Pimpinan UINAM Monev Mahasiswa KKN-DK di Bulukumba

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan KKN-DK.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Hasriyani Latif
UIN Alauddin
Mahasiswa UIN Alauddin yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Dari Kampung (KKN-DK) di Kabupaten Bulukumba mendapat kunjungan dari Pimpinan UIN Alauddin Makassar, Sabtu (7/11/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Mahasiswa UIN Alauddin yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Dari Kampung (KKN-DK) di Kabupaten Bulukumba mendapat kunjungan dari pimpinan UIN Alauddin Makassar, Sabtu (7/11/2020).

Acara yang dilaksanakan di aula kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba itu dihadiri Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) UIN Alauddin Dr Muhsin Mahfudz, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bulukumba Dr H Muh Ali Yafie,Dosen Pembimbing, Dr Rosmini Amin, beserta BP KKN Andi Ariyanti.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap proses pelaksanaan KKN-DK.

Dalam sambutannya, Kakankemenag mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN-DK.

"Selain sebagai tugas akademik, KKN-DK sangat strategis bagi pengembangan kemitraan antara kampus dengan kementerian agama, khususnya penguatan pondok pesantren, TPA/TKA dan majelis taklim," kata Muh Ali.

Kakankemenag mendorong mahasiswa agar bermitra dengan KUA setempat dalam rangka membantu penyelesaian itsbat pernikahan, suatu upaya untuk pencatatan kembali pernikahan sirri dan pernikahan dini yang telah cukup umur agar mendapat pengakuan negara.

Sementara itu, Dekan FUF UIN Alauddin menekankan bahwa KKN-DK di masa pandemi memiliki keunikan dan tantangan tersendiri yang tidak dimiliki oleh KKN sebelumnya.

Ia mengingatkan tiga hal yang sangat substantif selama ber-KKN, yakni pertama, KKN merupakan kesempatan terbaik untuk mengasah keterampilan hidup (life skill), di mana mahasiswa bersentuhan langsung dengan masyarakat secara nyata.

"Kedua, KKN itu momentum di mana kompetensi personal, sosial dan kepemimpinan diuji di tengah masyarakat. Ketiga, suksesnya kegiatan KKN sangat ditentukan oleh keterlibatan secara aktif antara mahasiswa dengan masyarakat (community engagement)," pesannya.

Mahasiswa KKN-DK menyampaikan program kerjanya, baik yang sudah terlaksana maupun yang belum.

Program kerja mahasiswa telah mencakup bidang pendidikan, sosial-budaya, keagamaan, kewirausahaan, kesehatan dan lingkungan.

Bidang pendidikan, mahasiswa telah melakukan pembinaan TPA/TKA, pendampingan pembelajaran daring dan luring di sekolah.

Bidang sosbud, mahasiswa telah melakukan pelatihan seni tari untuk melestarikan budaya setempat, sementara bidang keagamaan, mahasiswa memprogramkan Festival Anak Saleh.

Bidang Kewirausahaan, mahasiswa menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Kementerian Tenaga Kerja untuk memberikan pelatihan keterampilan menjahit bagi santri Pondok Pesantren Al-Fatihah.

Dr Rosmini Amin mengingatkan bahwa sangat penting mempertimbangkan sustainability (keberlanjutan) dari setiap program kerja.

Selain itu, mahasiswa harus memastikan bahwa program kerja berpihak kepada masyarakat agar terasa keterlibatan bersama dalam mewujudkan tujuan bersama.

"Jangan lupa merespons masukan Kemenag Bulukumba tentang keterlibatan mahasiswa dengan penyuluh dalam melakukan sosialisasi anti-pernikahan dini dan penyelesaian itsbat nikah," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved