Tribun Weekend
Panjat Tebing, Cara Beda Berakhir Pekan
Hang out di mal, wisata keluarga ke pantai atau daerah berhawa sejuk yang menyajikan keindahan alam.
Penulis: Imam Wahyudi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Banyak cara mengisi akhir pekan.
Hang out di mal, wisata keluarga ke pantai atau daerah berhawa sejuk yang menyajikan keindahan alam.
Menyalurkan hobi masa muda juga bisa dilakukan untuk menghilangkan kepenatan setelah lima hari bekerja.
Panjat tebing, misalnya.
Untuk hobi ini, warga Makassar patut bersyukur.
Sebab di Kabupaten Maros, 30 kilometer dari Makassar, terbentang luas perbukitan karst. Yang dindingnya bisa dipanjati untuk merasakan sensasi olahraga memadukan otot, otak, dan keseimbangan tubuh ini.
Di Sulawesi Selatan, selain Maros, tebing karst yang biasa panjati oleh kelompok pencinta alam atau pegiat panjat tebing, juga ada di Kabupaten Enrekang dan Tana Toraja.
Namun jaraknya cukup jauh dari Makassar.
Di Maros, cukup banyak tebing yang sering dipanjati. Tebing paling populer dan cocok bagi pemula adalah tebing depsos.
Disebut tebing depsos karena lokasinya berada di belakang kantor Departemen Sosial, 2 kilometer sebelum Objek Wisata Bantimurung dari arah Kota Maros.
Banyak yang beranggapan, hobi ini sulit dilakukan. Bukan karena tidak bisa memanjat. Namun karena mahalnya harga peralatannya. Anggapan ini benar.
Namun, ada cara untuk melakukannya tanpa harus membeli peralatan. Yaitu mengajak kelompok pencinta alam yang memiliki peralatan lengkap dan sudah sering melakukan kegiatan panjat tebing.
Mereka sekaligus dijadikan pendamping. Jangan coba-coba melakukan pemanjatan tebing jika tidak didampingi ahlinya.
Sabtu (7/11/20), wartawan Tribun Timur mencoba olahraga panjat tebing bersama Komunitas Pencinta Alam (Kompala) Unifa di Tebing Pakalu, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel.
Rasa takut hal pertama yang dihadapi saat akan memulai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anggota-kompala-unifa-melakukan-pemanjatan-tebing-di-pakalu-kecamatan-bantimurung.jpg)