Tribun Makassar
PT Manggala Energi Perkasa Tawarkan Pembangunan PLTSa, Kadis Lingkungan Hidup: Masih Perlu Dikaji
Pertemuan ini dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Muhammad Mario, yang mewakili PJ Walikota Prof Rudy Djamaluddin.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Sudirman
TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - PT Manggala Energi Perkasa berkolaborasi dengan perusahaan China National Electric Engineering CO.LTD, melakukan audience dengan Pemerintah Kota Makassar, Rabu (4/11/2020).
Audience terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik, Rabu (4/11/2020).
Pertemuan ini dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Makassar, Muhammad Mario, yang mewakili PJ Walikota Prof Rudy Djamaluddin.
Pihaknya menyaksikan presentase dari Direktur PT. Manggal Energi Perkasa, Ziaul Haq, terkait pengolahan sampah menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)
Dalam presentasenya, Ziaul Haq menjelaskan, pihaknya bisa memproses sampah hingga lebih 1000 ton perharinya.
Sementara perharinya, sampah yang masuk di TPA Makassar hanya sekitar 900 ton sehari.
"Jadi melalui alat pengolahan sampah, kami akan mengolah sampah menjadi tenaga listrik, dan sisa pembakaran sampah bisa kami manfaatkan menjadi batako, pengerasan jalan, dan bahan baku semen," ujar Zaiul Haq.
Ia menambahkan, dengan bekerjasama dengan pihaknya, Pemkot Makassar bisa memberi penambahan listrik 20 Mega Watt (MW).
Sementara itu Plt Kepala DLH, Muhammad Mario mengungkapkan, bahwa saat ini TPA Makassar memang butuh pengelolahan yang berbeda, untuk menekan jumlah sampah yang sudah over kapasitas.
"Seperti yang kita ketahui sendiri, bahwa kondisi sampah di TPA kita memang sudah sangat memprihatinkan. Sehingga kita memang memerlukan teknologi-teknologi baru dalam melakukan pengolahan sampah," jelasnya.
Namun, pihaknya masih perlu melakukan pemgkajian atas hal ini.
Sebab dana investasi mencapai triliunan rupiah dan PT Manggala Energi Perkasa bukanlah satu-satunya perusahaan yang menawarkan sistem pengolahan PLTSa ini.
"Ini nanti kita akan kordinasikan ke Walikota dulu, apakah pemerintah bisa menanggung konsekuensi anggarannya atau tidak, karena jika ditaksir ini dananya bisa lebih Rp 1 triliun," ujarnya.
Apabila disanggupi baru kita akan melakukan uji kelayakan, perusahaan mana yang paling cocok untuk kita ajak bekerjasama, karena yang menawarkan tidak hanya satu ini.
Laporan Tribuntimur.com, M Ikhsan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dinas-lingkungan-hidup-makassar-saat-melakukan-audience-dengan-pt-manggala-energi-perkasa.jpg)