Atika Makarim Ibunda Nadiem Makarim Ikut Gagas Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen Cegah Covid-19
Ibunda Nadiem Makarim, Atika Makarim adalah putri Hamid Algadri yang merupakan seorang pejuang perintis kemerdekaan Indonesia.
TRIBUN-TIMUR.COM- Ibunda Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, Atika Algadrie atau Atika Makarim turut menjadi inisiator dari Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia.
Selain Atika Makarim, gerakan yang diinisiasi Gerakan Indonesia Kita (GITA) tersebut turut digagas sejumlah tokoh dari berbagai profesi, seperti Boediono, Ahmad Mustofa Bisri, Anak Aung Gede Ariawan, Emil Salim, Natalia Soebagjo, Pandu Riono, Ananda Sukarlan, dan Joko Anwar.
Dalam peluncuran Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen Indonesia, Rabu (28/10/2020) secara virtual, salah satu inisiator Natalia Soebagjo mengatakan, gerakan tersebut diprakarsai sejumlah tokoh yang prihatin dengan kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Tujuan utamanya untuk menggalang partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan untuk melakukan testing Covid-19 di Indonesia,"katanya.
Tes antigen adalah pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu, yang menunjukkan adanya infeksi virus.
Tes Antigen disebut relatif lebih akurat dibanding Rapid Tets Antibodi yang selama ini masih dipakai.
Pasalnya, kapasitas tes swab PCR di Indonesia masih rendah. Sehingga, dengan adanya gerakan ini mendorong agar tes swab antigen bisa menjadi solusi masalah tes swab PCR.
Sosok Atika Makarim
Ibunda Nadiem Makarim, Atika Makarim adalah putri dari Hamid Algadri yang merupakan seorang pejuang perintis kemerdekaan Indonesia.
Hamid Algadri menjadi sosok yang berjasa dalam perundingan Linggarjati, perundingan Renville, hingga Konferensi Meja Bundar.
Tak hanya itu, Hamid Algadri juga adalah salah satu anggota parlemen pada masa awal berdirinya negara Republik Indonesia.
Atika Makarim lahir di Pasuruan, Jawa Timur, 21 Maret 1945.
Pendidikan formal terakhir yang ditempuhnya adalah Master of Education di Harvard University, Amerika Serikat.
Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri majalah Femina, dan aktif dalam gerakan anti-korupsi, pluralisme, dan berbagai kegiatan lain.
Ia juga menjadi Dewan Pendiri Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/atika-makarim-ibunda-nadiem-makarim-ikut-gagas-gerakan-solidaritas-sejuta-tes-antigen-cegah-covid-19.jpg)