Breaking News:

Pembunuhan Wartawan

Kasus Pembunuhan Wartawan Demas Laira di Mamuju Tengah Masih Sisakan Tanda Tanya

Kasus pembunuhan Demas Laira (28) seorang wartawan di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar) masih menyisakan tanda tanya.

Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Anhar, ketua Tim Pencari Fakta kasus pembunuhan Demas Laira 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU TENGAH - Kasus pembunuhan Demas Laira (28) seorang wartawan di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat (Sulbar) masih menyisakan tanda tanya.

Padahal polisi telah berhasil menangkap enam pelaku pembuhann itu.

Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) AMSI Sulbar, Anhar, Kamis (22/10/2020) mengatakan pihaknya akan mencari tahu kemungkinan yang lain, sebab menurut Anhar masih banyak pertanyaan belum terjawab.

"Apa mungkin hanya persoalan sepele sehingga belasan luka tusuk bersarang di tubuh Demas Laira. Bagaimana dengan rangkaian dugaan awal, apa ada hubungan atau tidak, dimana ada tersangka yang pernah ditahan, kemudian dibebaskan?" katanya.

Ia juga mengungkapkan soal TKP yang sempat diduga bahwa lokasi dimana Demas ditemukan adalah lokasi kedua, itu juga butuh dijawab.

Kemudian, kasus tewasnya Demas Laira tidak digambarkan kondisi motor dan mayat saat ditemukan. Apakah banyak darah atau seperti apa dan sejumlah tanya lainnya.

"Apakah benar, tempat Demas Laira ditemukan disitu juga dia dieksekusi oleh para pelaku," ujarnya.

Anhar berharap pihak kepolisian tidak berhenti sampai disini dalam mengungkap kasus tersebut, tetapi melakukan pengembangan sampai benar-benar clear atas dugaan yang diungkap di publik.

"Meskipun demikian kami mengapresiasi usaha pihak kepolisian dalam mengungkap kasus terbunuhnya Demas Laira, meski memakan waktu yang lama," tuturnya.

Sebelumnya Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno merilis motif pelaku membunuh Demas Laira.

Berdasarkan keterangan pers Kapolda Sulbar, pelaku dihabisi oleh enam pelaku karena motif kesal.

Korban dikejar para pelaku menggunakan motor lalu ditusuk-tusuk.

"Pelaku sakit hati kepada korban karena menganggu adiknya saat dalam perjalanan dari Karossa ke Topoyo, korban langsung dikejar setelah pelaku mendapat laporan dari adiknya," katanya.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa lima unit sepeda motor dan enam buah handphone.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved