Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kementerian Pertanian

Kementan-Pupuk Indonesia Komitmen Jamin Stok Pupuk Subsidi

Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia menggelar Rapat Monitoring dan Pengelolaan Penyaluran Pupuk Subsidi Tahun 2020

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH HASIM ARFAH
Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia menggelar Rapat Monitoring dan Pengelolaan Penyaluran Pupuk Subsidi Tahun 2020 di Hotel Claro Makassar, Sulsel, Rabu (21102020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia menggelar Rapat Monitoring dan Pengelolaan Penyaluran Pupuk Subsidi Tahun 2020 di Hotel Claro Makassar, Sulsel, Rabu (21/10/2020).

Hadir langsung Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo; pejabat eselon I Kementerian Pertanian, jajaran direksi Pupuk Kaltim dan perwakilan Bank BNI, BRI dan Mandiri.

Hadir langsung juga para distributor pupuk secara langsung dan meeting zoom di Sulawesi.

Distributor yang hadir yakni sebanyak 160 hadir secara langsung dan secara online hadir 270 orang.

Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Kementerian Pertanian RI, Sarwo Edhy menyampaikan, Kementerian Pertanian terus melakukan perbaikan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

"Sesuai dengan rekomendasi KPK, tentang kewajiban penebusan pupuk bersubsidi, per tanggal 1 September harus menggunakan kartu tani," katanya.

Penggunaan kartu tani akan digunakan 31 Desember 2020.

Sarwo Edhy menyampaikan, jumlah petani yang terdaftar 13 juta petani. Sementara itu, kartu tani yang sudah ada kuotanya sebesar 6,2 juta kartu.

"Sudah efektif dilaksanakan dengan kartu tani sebanyak 1,4 juta kartu," katanya.

Ia juga menyampaikan tahun 2020 ini, kuota pupuk bersubsidi menurun 1 juta ton sehingga dari kuota 8,9 juta ton menjadi 7,9 juta ton.

"Sehingga, upaya menteri pertanian langsung mencoba mengajukan ke kementerian keuangan dan Alhamdulillah ada tambahan 1 juta ton," katanya.

Tambahan alokasi pupuk subsidi sekitar Rp 3,1 triliun untuk tahun 2020.

Perseroan telah menyalurkan 5,9 juta ton atau 72 persen dari total alokasi yang disediakan oleh pemerintah sebanyak 8,9 juta ton.

Penyaluran pupuk bersubsidi untuk jenis urea 2,7 juta ton (67 persen), SP-36 sebanyak 399,9 ribu ton (67 persen), ZA 540 ribu ton (63 persen), NPK 1,9 juta ton (78 persen) dan organia 386 ribu ton (54 persen).

Sarwo menyampaikan, realisasi pupuk bersubsidi 74 persen sudah teralokasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved