Kukuhkan Lima Guru Besar dalam Sepekan, Kepala LLDikti Puji UMI
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Dr Jasruddin mengatakan
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengukuhkan dua guru besar dalam acara rapat senat terbuka pidato tunggal pengukuhan guru besar secara virtual, Sabtu (17/10/2020).
Dua Guru Besar yang dikukuhkan yakni pasangan suami istri Prof Dr H Baso Amang (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) dan Prof Dr Mulyati Pawennei (Fakultas Hukum).
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo, Prof Dr Jasruddin mengatakan kebanggaan dan kebahagiaan karena dua professor yang dikukuhkan merupakan guru besar suami istri.
“Hal ini menunjukkan satu bukti bahwa UMI telah berhasil melakukan berbagai persiapan sehingga UMI hingga saat ini memegang peringkat sebagai PTS di Indonesia, di luar Pulau Jawa dengan perolehen jumlah guru besar terbanyak atau tertinggi,” kata Jasruddin.
“Dengan demikian, SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi, memberikan jaminan perguruan tinggi mampu bersaing dan survive di era globalisasi,” tambahya.
Jasruddin mengatakan, UMI telah menjadi patron, inspirator, dan telah menjadi contoh yang baik untuk perguruan tinggi yang ada di Kawasan Timur di Indonesia.
“Untuk itu, kita sangat berharap bahwa UMI akan terus bekerja dan berkarya dalam memberikan sprit dan semangat baik secara internal dan eksternal, dengan manajemen yang baik yang mengadopsi tata kelola nasional dan international yang baik, saya yakin dan percaya UMI akan tetap mempertahankan posisi dan reputasi yang dimiliki hari ini,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar UMI, Prof Mansyur Ramli mengatakan, sebagai perguruan tinggi terkemuka, UMI sangat produktif dalam menciptakan dosen berkualifikasi guru besar.
Ini tercatat dalam satu bulan terakhir dimana UMI mampu mengukuhkan lima guru besar sekaligus.
"Sangat jarang ada perguruan tinggi yang melakukan pengukuhan guru besar secara beruntun. Bahkan dalam seminggu terakhir ini UMI melakukan lima pengukuhan guru besar. Dengan prestasi seperti ini tentulah sangat luar biasa,” imbuhnya.
Rektor UMI, Prof Basri Modding menyebutkan, seorang guru besar yang juga jabatan akademik disandang dengan berbagai beban dan tanggung jawab yang berat.
"Bukan cuma beban dari keahlian tapi juga beban karakter yang harus ditiru bukan hanya kepada mahasiswa tapi juga kepada masyarakat. Pencapaian guru besar oleh seorang dosen merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah," beber Prof Basri Modding.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/universitas-muslim-indonesia-umi-me333.jpg)