Fenomena La Nina
Dampak La Nina di Sulbar Diperkirakan Bakal Berlangsung Sampai April 2021
Fenomena La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometrologi seperti banjir dan tanah longsor di beberapa daerah.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan kepada masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) untuk waspada terhadap fenomena La Nina.
Dampak La Nina mempengaruhi peningkatan curah hujan di wilayah Sulawesi Barat.
Fenomena La Nina juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometrologi seperti banjir dan tanah longsor di beberapa daerah.
"Dengan adanya peningkatan curah hujan tersebut diharapkan wilayah yang rentan terhadap banjir agar dipersiapkan untuk antisipasi kemungkinan dampak dari meningkatnya curah hujan," kata
Prakirawan BMKG Stasiun II Metereologi Majene, Arman, Minggu (18/10/2020).
Menurutnya, fenomena La Nina di Indonesia khususnya di Sulawesi Barat diperkirakan masih berlangsung hingga puncak musim hujan, bahkan sampai April 2021 tahun depan.
Puncak musim hujan diperkirakan baru masuk pada Desember dan Januari 2021.
Sebelumnya, Kepala BPBD Sulawesi Barat, Darno Majid mengatakan hampir seluruh daerah di Sulbar berpotensi terhadap ancaman bencana di tengah cuaca yang ekstrem.
"Enam kabupaten berpotensi, tapi yang paling perlu diwaspadai adalah Pasangkayu, dan Mamuju Tengah," ujarnya.
Kedua daerah itu berpotensi terjadinya banjir. Sementara daerah yang rawan longsor, yaitu Mamasa dan jalan poros Kabupaten Mamuju-Majene.
Untuk angin kencang pada fenomena la Nina tidak berdampak langsung. Karena La Nina identik dengan peningkatan curah hujan.
Kecuali kata dia, pada saat La Nina ada unsur lain dari dinamika atmosfer yang mendukung, misalnya adanya badai tropis sehingga mempengaruhi kecepatan angin dan gelombang laut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hujan-deras-disertai-dengan-agin-kencang-melanda-polman-sabtu-26092020-malam.jpg)