Breaking News:

Ayah Aniaya Anak

Mabuk, Ayah di Makassar Tega Cekik Bayinya Hingga Sempat Tak Bernafas

Bayi berumur lima bulan di Kota Makassar dianiaya ayah sendiri lantaran diduga di bawah pengaruh minum keras

TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN EMBA
Saat Kiki membawa cucunya R ke SPKT Polsek Panakukkang, untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dialami, Jumat malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Malang niang nasib R, bayi berumur lima bulan di Kota Makassar, SulawesiSelatan.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu dianiaya ayah sendiri lantaran diduga di bawah pengaruh minum keras atau miras.

Insiden penganiayaan itu dilakukan sang ayah di rumah mertuanya sendiri Jl Pampang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat malam.

Mengetahui kejadian itu, Nenek R, Kiki melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Sektor (Polsek) Panakkukang.

"Saya kan tidak rumah, tapi ada orang kasih tauka bilang cucumu di sana dicekik. Pas saya pulang, di lorong saya lihat anakku (ibu R) berteriak-berteriak bilang anak-anakku," kata Kiki kepada wartawan.

Melihat putrinya histeris, Kiki pun bergegas pulang untuk melihat kondisi cucunya R.

"Saya ambil sudah luka merahmi lehernya, sempat tidak bernafas, kakumi juga. Matanya sudah lari ke atas, jadi saya bawa ke tetangga obati, kasi minum susu," ujar Kiki.

Menurut Kiki, apa yang dialami cucunya R bukanlah kali pertama. Sang ayah (M) juga pernah melakukan hal seruma saat R masih berumur tiga bulan.

"Sudah 2 kali dikasi begitu sama bapaknya, waktu umur tiga bulan pernah dibuang di ruko, jadi saya kesana ambil," tuturnya.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Panakukkang Iptu Iqbal Usman yang dikofirmasi, mengatakan telah mengarahkan korban (R) untuk menjalani visum.

"Semalam korban (R) sama neneknya sudah dibawa ke Bhayangkara untuk visum," kata Iptu Iqbal Usman, Sabtu (17/10/2020) siang.

Sementara, sang ayah (M) yang dikenal dengan julukan 'dewa mabuk' kini dalam pengejaran polisi.

"Semalam kita langsung lakukan pencarian pelaku (ayah R) ke tempat-tempat yang biasanya ia datangi untuk minum miras, tapi belum ketemu. Karena informasinya, yang bersangkutan melakukan penganiayaan itu akibat pengaruh miras dan memang dikenal juga dewa mabuk," ujarnya. (Tribun-Timur/Muslimin Emba)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved