Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

Sejarah Berdirinya Universitas Muhammadiyah Palopo, Punya 3 Fakultas, 12 Prodi, dan Pascasarjana

Sejarah munculnya keinginan untuk membentuk Universitas Muhammadiyah Palopo yaitu pada periode kepemimpinan Jabbar Hamseng (2005-2010).

Tayang:
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
ist
Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo 

Sebagai konsekuensi adanya perubahan mekanisme pendirian perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Setelah melakukan percepatan presentasi atas beberapa prodi maka Kopertis Wilayah Sulawesi IX memberikan rekomendasi Nomor : 809/K9/KK.02/2015 tanggal 25 Februari 2015.

Atas berkat dukungan yang sangat besar dari seluruh keluarga besar Muhammadiyah khususnya STIE Muhammadiyah dan Akademi Kebidanan Muhammadiyah Palopo dan seluruh anggota tim, maka melalui mekanisme online Proposal Pendirian STKIP Muhammadiyah Palopo dinyatakan layak dilakukan visitasi lapangan.

Sehingga pada tanggal 30 Desember 2016 STKIP Muhammadiyah Palopo resmi berdiri dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 203/KPT/I/2015.

Yang juga ditetapkannya 30 Desember 2016 sebagai sebagai hari milad STKIP Muhammadiyah Palopo.

Penandatanganan prasasti peresmian dilakukan oleh Prof Suyatno selaku ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tanggal 29 Maret 2016.

Bertepatan dengan Pembukaan Musyawarah Daerah ke-3 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kota Palopo.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan dari ketiga perguruan tinggi Muhammadiyah Palopo.

Maka berdasarkan hasil diskusi dan keinginan dari seluruh dosen, mahasiswa dan juga dukungan penuh Persyarikatan Muhammadiyah.

Maka ketiga perguruan tinggi tersebut ingin melebur menjadi satu menjadi Universitas Muhammadiyah Palopo.

Terbentuknya Universitas Muhammadiyah Palopo tidak terlepas dari buah pikir Pimpinan Daerah Muhammadiyah Palopo pada periode-periode sebelumnya.

Sejarah munculnya keinginan untuk membentuk Universitas Muhammadiyah Palopo yaitu pada periode kepemimpinan Jabbar Hamseng (2005-2010).

Pada kesepakatan rapat mengamanahkan dr Abu Bakar Malinta sebagai ketua panitia pendiri dan Salju sebagai sekretaris pada saat itu.

Namun dikarenakan minimnya tenaga, sumber daya dosen serta beberapa aspek yang lain pada saat itu, sehingga proses pengurusannya pun belum membuahkan hasil sampai periode kepengurusan PDM Palopo saat itu selesai.

Dengan melihat segala potensi yang dimiliki oleh tiga perguruan tinggi serta dukungan dari sumber daya dan aspek-aspek yang lain, maka motivasi untuk melebur ketiga perguruan tinggi menjadi satu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved