Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Sejarah Berdirinya Ponpes DDI Mangkoso Barru

Pada tahun 1935 itulah didirikannya Masjid Jami' Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Tayang:
Penulis: Darullah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM/DARULLAH
Salah satu gedung Ponpes Darud Da'wah Wal-Irsyad Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan 

TRIBUNBARRU.COM, MANGKOSO - Cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Darud Da'wah Wal-Irsyad (DDI) Mangkoso, bermula sejak 1935.

Pada tahun 1935 itulah didirikannya Masjid Jami' Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Namun masjid tersebut tidak terlalu semarak dengan jama'ah, karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam.

Untuk mencari solusi terkait sepinya jamaah, maka pemerintah setempat atau Arung H Muhammad Yusuf Andi Dagong yang menjadi penguasa lokal pada saat itu menyepakati untuk membuka lembaga pendidikan islam.

Muhammad Yusuf pada saat itu meminta Anre Gurutta H Muhammad As'ad yang pada saat itu adalah seorang ulama yang memimpin Pesantren (Madrasah Arabiyah Islamiyah) MAI di Sengkang Wajo, untuk mengirimkan seorang muridnya ke Mangkoso.

Guru yang dikirimkan Gurutta As'ad dari Sengkang yaitu Gurutta H Abdurrahman Ambo Dalle untuk mengelola lembaga pendidikan angajiang yang akan dilaksanakan di Mangkoso.

Seihingga pada 29 Syawal 1357 H atau bertepatan 21 Desember 1938, Anregurutta H Abdurrahman Ambo Dalle, resmi membuka pesantren di Mesjid Jami’ Mangkoso dengan sistem HalaQah, yang dalam bahasa bugisnya dikenal Manggaji tudang.

Kemudian pada tanggal 20 Dzulqaidah 1357 H, atau Januari 1939 dibukalah tingkatan Tahdiriyah, Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah. Dan pesantren tesebut pada saat itu diberi nama MAI Mangkoso.

Dalam perkembangannya MAI membuka berbagai cabang di daerah seperti di Pangkep, Soppeng, Wajo, Sidrap, Majene, dan berbagai daerah lainnya.

Pada tahun 1947, berdasarkan pertemuan Alim ulama (Kadhi) se Sulawesi Selatan serta guru-guru MAI.

Maka pada 16 Rabiul Awal 1366 atau 7 Februari, maka nama MAI Mangkoso dan cabang-cabangnya dirubah menjadi DDI, sebagai organisasi dakwah dan sosial kemasyarakatan yang berpusat di Mangkoso.

Setelah dua tahun kamudian atas permintaan Arung Mallusetasi yang memintanya menjadi Kadhi Parepare, sehingga Anregurutta H Abdurrahman Ambo Dalle, pindah di Parepare dan menunjuk Anregurutta H Muhammad Amberi Said untuk menggantinya memimpin pesantren DDI Mangkoso.

Tanggal 1 Muharram 1369 H Anregurutta H Abdurrahman Ambo Dalle selaku ketua umum DDI memindahkan pengurus pusat DDI dari Mangkoso ke Parepare.

Sementara Pondok Pesantren DDI Mangkoso diberi cabang status otonomi dengan kewenangan penuh mengatur dan mengelola pesantren, namun secara organisasi tetap berada di bawah struktur PP DDI.

Sejak itulah DDI berkembang pesat dan mengelola puluhan pesantren, dan ratusan madrasah yang tersebar berbagai provinsi, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

DDI hingga saat ini menjadi organisasi islam terbesar di Indonesia timur.

Sejarah berdirinya Ponpes DDI Mangkoso Tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Pengurus Pesantren DDI Mangkoso, Ahmad Rasyid kepada TribunBarru.com pada saat ditemui di kediamannya, Senin (12/10/2020).

"Jumlah santri di Ponpes DDI Mangkoso pada saat ini yaitu 3.359 santri putra dan putri," bebernya.

"Sedangkan jumlah guru dan pembinanya sendiri yaitu 226 orang," ungkapnya.

Ahmad Rasyid juga mengungkapkan, bahwa cabang Ponpes DDI pernah mencapai ribuan cabang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesi.

"Saya kurang tau angka pastinya, tapi cabang Ponpes DDI Mangkoso pernah mencapai 1.200 an cabang," katanya.

"Karena hingga saat ini, ada juga beberapa cabang yang sudah tidak aktif lagi karena berbagai hal, dan ada juga cabang-cabang baru yang terbentuk," jelasnya.

Tepatnya Ponpes DDI Mangkoso Berlokasikan di Jl AG H Abd Rahman Ambo Dalle, nomor 28, Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulsel.

Laporan Wartawan Tribunbarru.com, Darullah, @uull_darullah.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved