Dari Rocky Gerung Kini Iwan Fals Komentari Nikita Mirzani yang Berani Lawan Pendukung Puan Maharani
Iwan Fals memberikan komentar atas artikel yang berjudul "Diancam Dipolisikan Tim Puan Maharani, Nikita Mirzani Siapkan 1.000 Jin".
TRIBUN-TIMUR.COM - Musisi Iwan Fals turut menanggapi perseteruan Nikita Mirzani dengan pendukung Puan Maharani.
Iwan Fals tampak menyoroti niatan Nikita Mirzani yang akan melawan kubu pendukung Puan Maharani dengan jin.
Sebelumnya, nama Nikita Mirzani menjadi sorotan setelah memberikan komentar satire kepada Puan Maharani.
Insiden mikrofon mati yang dikaitkan pada sosok Puan Maharani rupanya menarik perhatian Nikita Mirzani.
Nikita Mirzani mengkritik putri Megawati Soekarno Putri itu terkait aksinya yang diduga matikan mikrofon dalam Rapat Paripurna DPR RI soal pengesahan UU Cipta Kerja.
Baca juga: Nikita Mirzani Dalam Masalah Besar, Diancam Gara-gara Puan Maharani Tapi Rocky Gerung Siap Membela
Kritikan yang dilayangkan Nikita Mirzani di media sosial itu rupanya berbuntut panjang.
Nikita Mirzani diancam bakal dilaporkan ke polisi oleh ormas pendukung Puan Maharani Gema Puan Maharani Nusantara ( GPMN).
GMPN minta Nikita Mirzani untuk berhati-hati dalam menyampaikan kritik.
Apalagi kritikan itu dilayangkan kepada Puan Maharani, ketua DPR RI sekaligus cucu presiden pertama RI Soekarno.
"Kalau mbak Puan trahnya jelas. Kakeknya Penggagas pancasila sangat paham betul itu pancasila," tutur Ketua DPP Bidang Hukum Dan HAM, Ali Nugroho seperti dilansir dari IntipSeleb pada Kamis (8/10/2020).
"Hati-hati loh Nik, ini bukan dunia entertaiment. Kalau diumpamakan sama aja, ikan diajarin berenang. Konyol namanya.”
Kendati begitu, Ali Nugroho atas nama GMPN mendesak Nikita Mirzani untuk segera minta maaf dan mencabut kritikannya.
Bila Nikita Mirzani tak meralat atau minta maaf terkait ucapannya dalam waktu 1x24 jam, maka GMPN akan melayangkan laporan ke polisi.
Tak tanggung, GMPN akan membawa 100 pengacara untuk membela Puan Maharani dan mempolisikan Nikita Mirzani.
“GPMN akan kumpulkan 100 advokat-advokat dari Sabang sampai Merauke yang ada di 30 Provinsi," tambah Ali Nugroho.