Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Longsor, 3 Dusun di Messawa Rippung Mamasa Terisolasi

Intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan sejumlah sungai meluap, banjir bandang dan tanah longsor.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Sudirman
ist
Akses jalan menuju 3 dusun di desa rippung terputus 

TRIBUNMAMASA.COM, MESSAWA - Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sejak sepekan terakhir.

Intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan sejumlah sungai meluap, banjir bandang dan tanah longsor.

Seperti yan terjadi di Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, pada Kamis (8/10/2020) malam.

Hujan lebat yang melanda wilayah itu mengakibatkan banjir bandang dan sejumlah akses jalan tertutup.

Kondisi ini juga diperparah dengan adanya puluhan hektar sawah milik warga yang diterjang banjir.

Tak hanya itu, bahkan longsor mengakibatkan 3 dusun terisolasi, yakni Dusun Malluaya, Dusun Rattedonan, dan Dusun Talmin.

Material longsor berupa tanah liat dan pepohonan menutup ruas jalan di beberapa titik, hingga menyulitkan warga mengaksesnya.

Ada puluhan titik longsoran menuju dusun tersebut sehingga sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Menurut Kepala Desa Rippung, Restu Handayani, terdapat 200 kepala keluarga di tiga dusun itu yang masih terisolasi hingga saat ini.

Ironisnya, hingga hari kedua pasca longsor, belum ada alat berat yang dikerahkan oleh dinas terkait, untuk membersihkan material longsor.

Karenanya, warga berharap agar akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian mereka, bisa dibuka kembali lantaran merasa sangat kesulitan melakukan aktivitas perekonomian.

"Kami berharap dibantu oleh pemerintah untuk membuka kembali jalan, karena kami sangat kesulitan.

Apalagi jalur itu setiap hari dilalui masyarakat ke pasar, sekarang ini tidak bisa lagi dilalui," ungkap Musra, kepala Dusun Maluaya saat di temui di lokasi longsoran, Sabtu (10/10/2020) sore kemarin.

Musra mengatakan, warga sekitar kesulitan membersihkan material longsor secara swadaya lantaran terlalu banyak titik longsor.

Sehingga warga kata dia, hanya bisa menunggu tindakan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mamasa.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved