Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkada Majene

KPU Akan Masukkan Materi Penanganan Covid-19 di Debat Kandidat Pilkada Majene

Komisi Pemilihan Umum (KPU) rencana akan memasukkan materi penanganan Covid-19 dalam debat kandidat.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Hasriyani Latif
Ist
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Majene, Zulkarnain Hasanuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Komisi Pemilihan Umum (KPU) rencana akan memasukkan materi penanganan Covid-19 dalam debat kandidat pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Nantinya para kandidat akan memberikan pemahaman kepada masyarakat Majene apa saja yang akan dilakukan dua pasangan calon jika terpilih pada pemilihan 9 Desember mendatang.

"Iya InsyaAllah masuk, tapi secara detail tema debat akan dirumuskan bersama antara nanti komisioner dan panelis," kata Komisioner KPU Majene, Zulkarnain Hasanuddin saat dikonfirmasi tribun-timur.com, Minggu (11/10/2020).

Namun, menurut Zul sapaan akrab komisioner KPU Majene tersebut bahwa saat ini masih dilakukan seleksi terhadap calon calon pelaksana/event organizer yang telah memasukkan dokumennya.

Seleki sendiri telah dibuka sejak 7-10 Oktober 2020. Sedangkan seleksi peserta baru akan dimulai hari ini hingga 13 Oktober mendatang.

Sebelumnya, Zul juga menyampaikan, KPU bakal membatasi jumlah pendukung yang hadir pada saat debat antar calon.

Kebijakan ini untuk mendukung protokol kesehatan dalam penanganan wabah virus Corona.

Pembatasan peserta diatur dalam keputusan KPU RI nomot 465.

"Yang hadir dalam debat adalah kedua pasangan calon, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) sesuai tingkatannya," Katanya.

Kemudian, dalam debat pilkada yang biasanya dihadiri pendukung tim pasangan calon, KPU melakukan pembatasan sesuai dengan aturan protokol kesehatan.

"Hanya empat orang tim pasangan Calon, KPU sendiri dan moderator," ujarnya.

Menurutnya, Peraturan KPU (PKPU) yang mengadaptasi protokol kesehatan akan diterapkan di setiap tahapan Pilkada Serentak 2020.

Terutama untuk melindungi pihak terkait dalam penyelenggaraan pesta demokrasi.

"Skenarionya sesuai dengan petunjuk tetap dalam protokol covid-19," tuturnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved