Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BCA Syariah

Indeks Literasi Keuangan Syariah Naik Tipis, Presdir BCA Syariah: Potensi Indonesia Besar

Indeks literasi keuangan menunjukkan peningkatan yang signifikan 2020. Data OJK, menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 38,0%

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
BCA Syariah
Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih membawakan materi dalam Webinar Diskusi Mikro Forum Syariah Cobisnis 2020 dengan tema Peran Perbankan Syariah Mengerek Inklusi Keuangan Di Tengah Pandemi, Jumat (9102020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Indeks literasi keuangan menunjukkan peningkatan yang signifikan 2020.

Data OJK di tahun 2019 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 38,0% dari sebelumnya 29,7 % di tahun 2016.

Sementara indeks inklusi keuangan nasional juga menunjukkan kenaikan yang signifikan, dari 67,8% di tahun 2016, naik mencapai 76,2% di tahun 2019.

Hal itu terungkap dalam Webinar Diskusi Mikro Forum Syariah Cobisnis 2020 dengan tema Peran Perbankan Syariah Mengerek Inklusi Keuangan di Tengah Pandemi, Jumat (9/10/2020).

Namun demikian, kenaikan indeks literasi keuangan di sektor syariah masih di bawah nasional.

Indeks literasi keuangan syariah yang sebelumnya 8,1 % di tahun 2016 menjadi 8,93% di tahun 2019.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kristrianti Puji Rahayu, mengungkapkan, OJK telah melakukan berbagai terobosan dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah antara lain melalui sosialisasi dan edukasi keuangan syariah ke berbagai kelompok masyarakat.

Adapun, pada tahun ini, terdapat total 4.727 rencana kegiatan edukasi dari sedikitnya 2.602 pelaku usaha jasa keuangan.

Dari OJK sendiri, akan mengadakan sedikitnya 465 kegiatan.

"Di masa pandemi ini kita tetap melakukan kegiatan edukasi dengan menyelenggarakan webinar, seperti edukasi keuangan syariah di kampus-kampus dan pesantren, karyawan dan profesional, serta pelaku UMKM," kata ujar Puji.

Peran perbankan syariah sangat penting dalam upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia mengingat kendala yang dihadapi sangat beragam baik secara demografis maupun geografis.

Menurut Puji, secara global, Indonesia berada di urutan 5 pada Global Islamic Economic Indicator Score, dan posisi ke 4 Islamic Finance Development Report 2019, sementara Global Islamic Report 2019 menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi pertama pada Islamic Finance Country Index.

"Di dalam negeri sendiri, per Juli 2020 total aset keuangan syariah Indonesia mencapai Rp1.639,08 triliun. Sementara market share keuangan syariah saat ini mencapai 9,68%," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Syariah, John Kosasih mengungkapkan besarnya potensi perbankan syariah di Indonesia.

Berdasarkan Global Islamic Report, Indonesia adalah pasar produk halal terbesar di dunia, sekitar 10 persen dari total pasar produk halal dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved