Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ngobrol Sehat Tribun Timur

Gejala Hampir Sama, Ini Bedanya SARS CoV-2 dengan Influenza

Di era pandemi virus corona tentu sangat sulit membedakan adanya infeksi virus ini dengan penyakit paru lainnya.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/DESI TRIANA
Dokter paru, dr Edward Pandu W, SP.P (K) saat mengisi program Ngobrol Sehat yang kembali tayang secara live streaming melalui channel youtube Tribun Timur, Kamis (8/10/2020). 

TRIBUNTIMURWIKI.COM - Di era pandemi virus corona tentu sangat sulit membedakan adanya infeksi virus ini dengan penyakit paru lainnya.

Bagaimana tidak, gejala yang menyerupai influenza membuat virus ini nampak sama namun beda.

Hal itulah yang disampaikan dokter paru dari Kota Makassar, dr Edward Pandu W, SP.P (K) sekaligus bagian dari Gugus Covid-19 Sulawesi Selatan saat mengisi program Ngobrol Sehat yang kembali tayang secara live streaming melalui channel youtube Tribun Timur, Kamis (8/10/2020).

Menurutnya perbedaan virus corona ini dengan penyakit paru lainnya bisa terlihat dari masa inkubasinya.

"SARS CoV2 memiliki masa inkubasinya yang lebih panjang yakni 14 hari hingga 28 hari, selain itu salah satu sifat dari virus ini adalah self limiting disiase sehingga akan mati dengan sendirinya walaupun tanpa terapi," tuturnya.

Tak hanya itu saja, virus ini akan menjadi semakin infeksius, karena ukuran partikel yang kecil, penyebarannya yang begitu mudah, menyebabkan lonjakan sitokin.

"Kalau itu sitokin lonjak maka akan terjadi kekacuan imun. Sehingga paru-paru akan bengkak, dan tidak terjadi pertukaran gas," jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa, saat ini beberapa data pada pasien penderita covid-19 sembuh dibawah 14 hari.

"Namun, itu tergantung imun dari penderitanya, kalau imunnya kuat dan sanitasinya bersih kurang dari 14 hari banyak yang sembuh," katanya.

"Terkadang ada imunnya tidak bagus, tidak sampai imunnya 14 hari itu," jelasnya.

Hal lain yang dapat diperhatikan sebagai acuan yakni dari gejala yang timbul apakah akut atau kronik.

"Apakah gejalanya ini mempengaruhi berat badan. Kalau gejala paru itu kronik akan diikuti dengan penurunan berat badan, sedangkan covid-19 tidak jadi masuk tipe akut," jelasnya.

Gejala demam juga dapat diukur lewat suhu tubuh, kalau virus covid-19 demam tidak terlalu tinggi sedangkan bakteri bisa sampai 40 derajat celcius suhu badannya.

"Demam yang disebabkan bakteri akan ada waktu-waktu tertentu suhu badannya naik, sedangkan virus akan tetap bertahan dengan suhu badan tersebut," jelasnya.

dr Edward pun mengungkapkan bahwa saat ini membedakan virus influenza dengan covid-19 di era pandemi memang sangat susah.

"Apalagi kita berada di zona merah, sebaiknya segera di tracing," jelasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur Desi Triana

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved