Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BNI Syariah

Dirut BNI Syariah: Potensi Rp 3.000 Triliun Ekonomi Syariah Dinikmati Negara Lain

Direktur Utama Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, menyampaikan statistik perbankan syariah aset perbankan syariah tumbuh 9,22 persen

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Dok. BNI Syariah via Tribun Jogja
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Fiman Wibowo saat memberikan kuliah tamu di UGM, Yogyakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Utama Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, menyampaikan statistik perbankan syariah aset perbankan syariah tumbuh 9,22 persen.

Sementara itu, aset perbankan konvensional tumbuh 4,98 persen.

Hal itu dia sampaikan dalam Opening Speech Webinar perbankan Syariah dan Trend Halal Lifestyle di Indonesia" Selasa (29/9/2020).

"Dengan postur aset tersebut, market share industri perbankan syariah sebesar 6,13 persen," katanya.

Ia menyampaikan, perbankan syariah memiliki perkembangan relatif lebih baik.

"Salah satu keunggulan perbankan syariah adalah adanya prinsip bagi hasil," katanya.

Ia menyampaikan Ekonomi syariah merupakan tuntunan Allah SWT.

Menurutnya, Indonesia berada dalam kondisi pandemi Covid-19.

"Belum kita tahu kapan ini akan berakhir. Hal ini tak hanya berefek ke aspek sosial tapi juga ekonomi. Salah satu tantangan perbankan syariah adalah bagaimana kita meningkatkan kualitas performance," katanya.

Menurutnya, Perbankan Syariah harus mampu bertahan dan mencari peluang baru.

"Salah satunya adalah sistem ekonomi halal. Saat ini, industri halal menjadi new Business atau new brand yang mencapai 30.000 triliun. Indonesia sebagai negara populasi Muslim terbesar di dunia mempunyai potensial bisnis halal mencapai lebih dari Rp 3.000 triliun," katanya.

Namun, potensial itu dinikmati negara lain.

"Oleh karena perbankan syariah harus proaktif sehingga kita menjadi produsen bukan hanya produsen, kita menjadi tuan rumah di negari sendiri," katanya.

Sehingga, sebagai bagian dukungan BNI Syariah untuk pengembangan ekosistem halal.

"Kami mengadakan nota kesepahaman dengan Tokopedia Salam," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved