Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Public Service

Ribuan Warga Desa Tarupa Selayar Kesulitan Air Bersih

Sebanyak 1.414 warga di Desa Tarupa, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar kesulitan memperoleh air bersih.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Hasriyani Latif
citizen/nur
Sebanyak 1.414 warga di Desa Tarupa, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kesulitan memperoleh air bersih. 

TRIBUNSELAYAR.COM, TAKA BONERATE - Sebanyak 1.414 warga di Desa Tarupa, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kesulitan memperoleh air bersih.

Krisis air bersih tersebut sudah dialami warga berpuluh-puluh tahun lamanya.

Bahkan untuk kebutuhan seperti memasak, mandi dan mencuci, warga hanya mengandalkan air hujan.

Warga Desa Tarupa, Nurwan, Senin (28/9/2020) mengatakan sulitnya warga memperoleh air karena di daerah tersebut tidak ada sumber air tawar.

Warga hanya mengandalkan air hujan yang ditampung.

"Saat ini sudah masuk musim kemarau dan masyarakat sangat kesusahan untuk mencari air tawar, terpaksa mengeluarkan uang demi membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Air bersih itu diperoleh warga dari pedagang yang membawa air tawar menggunakan kapal kayu dari Pulau Kayuadi ke Desa Tarupa.

Menurutnya, kondisi itu telah berlangsung sejak lama.

“Sudah lama sekali, setiap musim kemarau pasti beli air bersih. Untuk harga Rp 25 ribu per jeriken. Itupun pedagang air tawar hanya datang sekali sebulan,” tuturnya.

Sebagian warga lainnya memilih berjalan kaki 700 meter ke lubang galian sumur, meski airnya keruh dan rasanya yang masih agak payau.

Warga pernah mendapatkan bantuan mesin penyulingan dari Pemkab Kepulauan Selayar, namun saat ini mesin itu sudah rusak.

Ia berharap agar pemerintah mencarikan solusi air bersih untuk masyarakat kepulauan.

Tak hanya air bersih, warga juga mengeluhkan jaringan internet yang tidak mendukung dan listrik yang masih terbatas.

Sebagian besar warga masih menggunakan mesin diesel untuk penerangan di malam hari.

Camat Taka Bonerate Andi Asling, mengaku selama ini warga di enam desa di Kecamatan Takabonerate, mengeluh karena krisis air bersih.

"Setiap hari warga mengeluhkan air bersih, jadi untuk kebutuhan sehari-hari harus membeli air," kata Asling.

Menurut dia, sudah ada bantuan satu mesin penyulingan dari Pemda pada tahun 2014 sampai 2015 untuk 6 desa, tapi kini sudah rusak. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved