Handry Satriago

Lumpuh Sejak Remaja, CEO GE Indonesia Handry Satriago Ceritakan Empat Cara Bertahan Hidup

Handry Satriago membuktikan keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk menjadi seorang CEO perusahaan besar

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
www.mb.ipb.ac.id via Kompas.com
CEO GE Indonesia, Handry Satriago (www.mb.ipb.ac.id) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dr Handry Satriago membuktikan keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk menjadi seorang Chief Executive Officer (CEO) perusahaan besar.

Handry Satriago sejak umur 17 tahun divonis kanker tulang yang mengharuskannya untuk memakai kursi roda.

Sudah 30 tahun lebih dirinya memakai kursi roda.

Handry Satriago menceritakan kehidupannya saat mulai masuk kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Saya ingin menceritakan pengalaman saya bagaimana caranya bertahan saat divonis kanker tulang belakang dan mengharuskan saya memakai kursi roda hingga saat ini," katanya.

Setelah harus naik kursi roda, ia pun berada dalam kondisi yang cukup menggusarkan. Tapi, dirinya memilih untuk keluar dari masalah itu.

Ia menyebut empat cara bertahan dengan singkatan 4F.

Cara bertahan pertama yang dia yakini adalah Faith atau keyakinan dapat keluar dari masalahnya.

"Saya pun awalnya diterima kuliah di Jurusan Teknologi Industri Pertanian IPB, saat itu semua mahasiswa baru diminta untuk berkumpul di lantai empat. Bagaimana caranya nih saya naik tangga, untuk naik satu anak tangga saja susah. Saat itu, saya lama menunggu di tangga, dan saat itu adalah orang yang meminjamkan punggungnya untuk saya naiki," kata Handry mengenang masa awal kuliah dalam Sharing Session Business Gathering Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan melalui jaringan virtual, Kamis (24/9/2020).

Setelah dibantu oleh satu orang, maka data lagi orang lain membantu hingga dia pun sampai di lantai empat.

"Intinya dari hal ini adalah, anda lakukan dulu, pasti akan ada orang yang membantu di belakang anda," katanya.

Selanjutnya, dia mengatakan, selanjutnya seseorang harus punya friends atau teman.

"Untuk bertahan, maka harus ada teman yang mendukung Anda. Orang yang mengerti Anda dan mau berjuang bersama," katanya.

Menurutnya, teman ini akan membantu untuk mewujudkan bersama.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved