Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Fakultas Keperawatan Unhas Miliki Tujuh Alat Peraga Manekin Berstandar Internasional

Dr Ariyanti menuturkan Fakultas Keperawatan saat ini mengelola lima program studi mulai dari jenjang sarjana

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL
Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Dr Ariyanti Saleh. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menghadirkan Seri Brunch Talk Edisi #25.

Tema yang diangkat adalah "Hati Besar Para Garda Terdepan (Berkenalan Dengan Fakultas Keperawatan Unhas)", ditayangkan secara live melalui Instagram Unhas @hasanuddin_univ.

Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Dr Ariyanti Saleh memaparkan mengenai proses pembelajaran, sarana dan prasarana penunjang proses akademik, sampai keterlibatan aktif penanganan Covid-19.

Dalam penjelasannya, Dr Ariyanti menuturkan Fakultas Keperawatan saat ini mengelola lima program studi mulai dari jenjang sarjana, Profesi Keperawatan dan Fisioterapi, magister dan doktor.

Sebagai fakultas termuda di Unhas, Keperawatan memiliki berbagai capaian yang membanggakan.

Sejak berdiri tiga tahun lalu, tepatnya 8 September 2017, Fakultas Keperawatan Unhas telah terakreditasi secara internasional dan menjadi satu-satunya Fakultas Keperawatan di Indonesia yang berstandar internasional ASIIN.

"Banyak sekali keunggulan yang dimiliki Fakultas Keperawatan Unhas, di antaranya telah terakreditasi internasional dengan dukungan sarana prasarana yang sesuai standar. Kita punya tujuh manekin sebagai alat peraga yang membantu proses pembelajaran, dan alat peraga kita sudah berstandar nasional," jelas Dr Ariyanti dalam keterangannya, Jumat (25/9/2020).

Selama masa pandemi, Ariyanti menjelaskan, tim Satgas Covid-19 Fakultas Keperawatan Unhas secara massif melakukan edukasi, memberikan informasi yang jelas terkait Covid-19 serta berkolaborasi dengan organisasi profesi dalam membantu pemerintah untuk penanganan pandemi.

"Untuk proses belajar sendiri di tengah pandemi, kita menggunakan aplikasi SIKOLA yang sudah disediakan oleh universitas dan menyediakan banyak akun zoom serta memberikan fasilitas kuota kepada mahasiswa sesuai kebijakan universitas. Kita terus memaksimalkan agar proses daring tetap bisa mencapai learning outcome yang diharapkan," jelas Dr Ariyanti.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved