ILC TV One
ILC Terbaru Prokontra Pilkada Ditunda Pakar Kesehatan UI Bahas Klaster Pilkada, Jokowi Ogah Ditunda
Seru ILC 22 September, ILC terbaru membahas Prokontra Pilkada Ditunda, Guru Besar UI Prof Ari Fahrial Syam mau ditunda, Presiden Jokowi lanjut terus
TRIBUN-TIMUR.COM - Talkshow ILC TV One tadi malam membahas Pilkada Ditunda atau tidak?
Salah satu narasumber ILC Terbaru adalah Prof Dr dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP.
Ari adalah guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ari termasuk salah satu pihak yang mendesak pemerintah agar Pilkada Ditunda. Alasannya Klaster Pilkada bisa memicu penambahan pasien Covid-19 dan sangat rentan.
Pekan lalu, Ari sudah mendesak pemerintah pusat dan KPU menunda pilkada hingga ada solusi Covid-19.
Saat ini, Prof. Ari menjabat menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia periode 2017-2021
Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Profesor Ari Fahrial Syam mengatakan, perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 sebaiknya ditunda.
Alasan penundaan Pilkada tak lain karena kasus Covid-19 meningkat secara eksponen pada periode Juli-September 2020 ini.
Professor Ari menceritakan, saat pendaftaran Pilkada berlangsung, para pasangan bakal calon kepala daerah membawa massa berbondong-bondong datang ke KPU.
Diamini Professor Ari bahwa benar setiap bakal calon yang membawa massa itu terlihat menerapkan protokol kesehatan.
"Akan tetapi, yang namanya massa tidak bisa selalu mematuhi aturan itu. Mereka datang berbondong-bondong, ketika mereka haus, mereka buka masker. Kalau dia merokok, buka masker," ucap Professor Ari kepada Tribunnews, Minggu (6/9/2020) malam.
Professor Ari memprediksi, dalam dua pekan ke depan setelah pendaftaran bakal pasangan calon Pilkada akan ada temuan klaster Covid-19 yang baru.
Hal ini sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19 periode Agustus - September yang disebabkan libur panjang Tahun Baru Islam 1442 Hijriah beberapa waktu lalu.
Di mana saat libur panjang itu orang-orang bebas ke tempat-tempat wisata, yang akhirnya menyebabkan peningkatan kasus Covid-19 secara eksponen.
"Saya bisa prediksi, dalam dua minggu ke depan setelah orang daftar Pilkada ini akan ada klaster baru," kata dia.
Atas dasar itu, Professor Ari mendorong agar pemerintah menunda perhelatan Pilkada Serentak tahun 2020 sampai kasus Covid-19 benar-benar bisa dikendalikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/seru-di-ilc-22-september-guru-besar-ui-prof-ari-fahrial-syam-ungkap-alasan-pilkada-ditunda.jpg)