ITB Kalla
Dukung NENI SI LINCA, ITB Kalla Teken Mou Bersama Pemprov Sulsel
ITB Kalla melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat sangat terbantu dengan aplikasi Neni Si Linca ini.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Institut Teknologi dan Bisnis Kalla bersama 130 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain yang berada di bawah LLDIKTI IX (Sulawesi & Gorontalo) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama terkait Percepatan Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Berbasis Online Pada Sektor Penelitian dan Pengembangan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (21/9/2020).
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, Kepala LLDIKTI IX Prof Jasruddin Malago, sejumlah unsur OPD dan segenap pimpinan perguruan Ttinggi.
Kegiatan tersebut didahului dengan penandatangan nota kesepahaman antara LLDIKTI IX dan gubernur Provinsi Sulawesi Selatan terkait sinergitas pemerintah dan perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dinas Penambahan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) memprakarsai, aplikasi perizinan penelitian berbasis online yang ditujukan bagi mahasiswa yang akan memudahkan proses izin penelitian yang tinggal klik tersebut dinamakan NENI SI LINCA atau singkatan New Normal Innovation Sistem Informasi Online Campus.
Kepala DPM-PTSP Sulsel, Jayadi Nas mengatakan hadirnya aplikasi tersebut bagian dari tuntutan masyarakat untuk percepatan pelayanan perizinan.
Khususnya, izin penelitian bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat peneliti.
“Pendaftaran sekarang bisa dilakukan dari rumah bisa dilakukan dalam perjalanan atau di kampus atau di kantor yang mana mau mengurus izin melakukannya dengan waktu kurang dari 5 menit anda sudah bisa mendapatkan izin penelitian,” katanya.
ITB Kalla melalui program penelitian dan pengabdian masyarakat sangat terbantu dengan aplikasi Neni Si Linca ini.
Ketua LPPM ITB Kalla, Andi Tenri Pada mengatakan, pendekatan pembangunan berbasis penelitian di suatu daerah diawali dengan dimudahkannya akses perizinan.
Hasil penelitian di Perguruan Tinggi dapat menjadi rujukan bagi semua sektor untuk mendukung pembangunan daerah.
"Inovasi awalnya ditujukan kepada mahasiswa, mudah-mudahan terus dikembangkan lebih lanjut," kata Tenri.
Rektor ITB Kalla, Syamril didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menyambut baik kerjasama yang dilakukan.
“Kerjasama ini adalah terobosan yang luar biasa, sebuah semangat lebih cepat lebih baik," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kepala-dpm-ptsp-sulsel-jayadi-nas-bersama-ketua-lppm-itb-kalla-andi-tenri-pada.jpg)