Breaking News:

UNM

Tim PKM Sastra Inggris UNM Berbagi Ilmu Penulisan Abstrak ke MGMP Bahasa Inggris Somba Opu Gowa

Materi mengenai penulisan abstrak ini diinisiasi oleh ide dan pengalaman tim menghasilkan karya ilmiah yang harus terpenuhi.

PKM FBS UNM
Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) berbagi ilmu kepada anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (15/9/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) berbagi ilmu kepada anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (15/9/2020).

Tim ini diketuai oleh Prof Dr Nurdin Noni didampingi oleh Maemuna Muhayyang dan Sahril.

PKM ini bertujuan berbagi pengetahuan mengenai penulisan abstrak dalam versi bahasa Inggris secara singkat, padat, konklusif dan informatif bagi guru-guru Bahasa Inggris yang tergabung dalm sebuah komunitas akademik, yaitu MGMP.

Maemuna Muhayyang menyampaikan kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkembangkan keterampilan, sikap dan budaya tulis mereka sebagai media berbagi hasil pemikiran secara konkret baik melalui media cetak maupun noncetak.

"Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, kegiatan ini dikemas dalam bentuk pelatihan secara daring melalui aplikasi Zoom dan WA," kata Dr Maemuna melalui keterangan tertulisnya ke tribun-timur.com.

Ia menjelaskan, materi mengenai penulisan abstrak ini diinisiasi oleh ide dan pengalaman tim menghasilkan karya ilmiah yang harus terpenuhi sebagai kelengkapan administrasi untuk melakukan promosi pangkat dan jabatan sebagai Apatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai tenaga pendidik.

Salah satu karya tersebut adalah publikasi artikel yang dilengkapi dengan abstrak didalamnya dikemas dalam Bahasa Inggris.

Para guru dengan berbagai ragam disiplin ilmu pun dituntut untuk melakukan hal yang sama.

Olehnya itu, pelatihan penulisan abstrak Bahasa Inggris dipandang perlu untuk diberikan kepada mereka karena sebuah tuntutan yang tak mampu terelakkan.

"Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan para peserta yang tergabung dalam MGMP memeroleh pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan tujuan pelatihan ini, yaitu peserta mampu memahami konsep-konsep dan sistematika penulisan abstrak dan mengaplikasikannya secara tepat dengan tetap memerhatikan sistematika penulisan Bahasa Inggris yang baik dan benar," jelasnya.

Selama proses pelatihan ini berlangsung, lanjut dia, tim pelaksana menemukan adanya sikap positif atau rasa percaya diri peserta yang tergolong baik dalam menuangkan ide secara singkat, padat, konklusif dan informatif pada abstrak yang mereka hasilkan.

"Ini menandakan bahwa peserta telah memeroleh manfaat secara teoritis dan praktikal dalam mengembangkan kemampuan mereka yang terampil menulis sebuah abstrak sebagai aktualisasi dari pemahaman mengenai konsep-konsep dan sistematika penulisan abstrak bahasa Inggris," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, Sayyid Zulfadli

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved