Breaking News:

Dikunjungi Kapolda Sulsel, Prof Hamdan: Di UIN Alauddin Ada Pancasila dan Pancacita

Dalam kunjungan itu, Irjen Pol Merdisyam mengucapkan terima kasih kepada rektor dan segenap jajaran pimpinan UIN

TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam berkunjung ke UIN Alauddin, dan bersilaturahmi dengan Rektor Prof Hamdan Juhannis selaku Rektor bersama jajaran pimpinan lainnya, Selasa (15/9/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam berkunjung ke UIN Alauddin, dan bersilaturahmi dengan Rektor Prof Hamdan Juhannis selaku Rektor bersama jajaran pimpinan lainnya, Selasa (15/9/2020).

Dalam kunjungan itu, Irjen Pol Merdisyam mengucapkan terima kasih kepada rektor dan segenap jajaran pimpinan UIN Alauddin yang telah menerimanya dengan hangat.

"Saat saya masuk di UIN ini suasana kebatinannya dapat sekali, tenang, sejuk, saya berterima kasih sekali kepada Pak Rektor,” ungkapnya.

Kapolda yang baru dilantik pada Agustus yang lalu tersebut mengatakan, sebelumnya ia sering berkomunikasi via WhatsApp dengan Prof Hamdan, walaupun belum pernah bertemu langsung.

"Kita seharusnya berterima kasih dengan perkembangan jejaring teknologi ini, karena bisa menghubungkan kita," ujarnya.

Perkembangan teknologi ini, lanjutnya, merupakan sebuah tantangan baru di masyarakat, khususnya di dunia kampus.

Menurutnya, pola-pola lama yang selama ini berkembang di kampus seharusnya sudah mulai bergeser.

"Bila yang dulu mencari jati dirinya dengan turun ke jalan, sekarang seharusnya mulai menciptakan aplikasi-aplikasi digital, harus lebih kreatif, pendekatannya pun harus berbeda," katanya.

Merdi menambahkan, dunia kampus sangat berperan penting dalam melahirkan maupun mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah, karena orang-orang di dalam kampus memiliki tingkat literasi yang tinggi, cerdas, dan berpendidikan.

“Jadi mahasiswa dan sivitas kampus itu memang berkewajiban untuk kritis, tapi kritisnya harus melahirkan solusi, dan ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama pak rektor, wakil rektor, dan mahasiswa,” pungkasnya.

Sementara itu Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mengatakan, di kampus yang kini Ia pimpin ada dua yang harus dipegang teguh mahasiswa saat memasuki pekarangan dan menyandang sebagai bagian dari almamater UIN Alauddin, pertama harus hapal Pancasila, yang kedua Pancacita.

Pancacita itu, jelas Prof Jamdan, adalah visi yang UIN kembangankan sebagai road map kepemimpinan, terbagi dalam lingkup akademik dan non-akademik.

Dalam bidang akademik, Pancacita itu di antaranya prodi yang andal, moderasi beragama yang mengakar, jejaring yang kuat, publikasi yang aktif, dan data yang terintegrasi.

Sementra dalam bidang non-akademik, sambung Prof Hamdan, yaitu kampus yang asri, tradisi yang terjaga, bisnis yang produktif, kesejahteraan yang meningkat, dan alumni yang kompetitif.

“Karena salah satu tujuan yang ingin kita capai adalah menjadikan UIN Alauddin menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi yang bernafaskan Islam, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur," terangnya.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved