Breaking News:

6 DPO Kasus Kredit Fiktif BPD Sulselbar Pasangkayu Masih Berkeliaran

Mereka masuk dalam daftar pencarian orang selama 10 tahun. Sebelumnya Kejati Sulbar telah berhasil mengeksekusi

TRIBUN TIMUR/NURHADI
Salah satu terpidana yang sempat jadi DPO berhasil dieksekusi oleh tim Intelejen Kejati Sulbar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Enam terpidana kasus penyaluran dana kredit fiktif yang merugikan negara Rp 40 miliar di Bank BPD Sulselbar Pasangkayu, masih dalam pengejaran tim Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.

Mereka masuk dalam daftar pencarian orang selama 10 tahun. Sebelumnya Kejati Sulbar telah berhasil mengeksekusi beberapa terpidana lainnya yang telah masuk DPO di beberapa tempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Mamuju, Ranu Indra, mengatakan kepada enam terpidana Korupsi yang masih di luar diminta lebih baik menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum (APH ) untuk menjalani hukuman yang telah ditetapkan oleh majelis hakim Tipikor.

Menurutnya jika tidak menyerahkan diri, lambat laun pasti akan dijemput oleh petugas.

"Kita berharap kepada semua terpidana dalam kasus korupsi ini, yang masih berkeliaran di luar, kalau bisa menyerahkan dirilah kepada petugas. Karena meskipun bagaimana, petugas akan tetap datang menjemput," tegas Ranu Indra.

Kata dia, baru-baru ini salah satu terpidana atas nama Rusdin Chandra berhasil dieksekusi di persembunyiannya Magelang Jawa Timur.

Seperti diketahui, sebulan terakhir dua terpidana korupsi fiktif di BPD Cabang Pasangkayu berhasil digelandang Tim Kejati Sulbar yang di beck up oleh polisi.

Mereka langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan Kelas IIB Mamuju Sulawesi Barat untuk menjalani sisa masa tahanan.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved