Breaking News:

Bupati Lapor Bupati

Gara-gara Tak Terima Disebut Positif Corona Jelang Pilkada, Bupati Lapor Bupati Terjadi di Sultra

Aneh, kenapa mereka yang umumkan? Pihak gugus tugas provinsi pun kalau mau umumkan harus ada izin dari yang bersangkutan atau pihak keluarga.

Editor: Arif Fuddin Usman
Istimewa
ILUSTRASI Positif Covid-19. Gara-gara Tak Terima Disebutkan Positif Corona Jelang Pilkada, Bupati Lapor Bupati Terjadi di Sultra 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gara-gara Tak Terima Disebut Positif Corona Jelang Pilkada, Bupati Lapor Bupati Terjadi di Sultra

Peristiwa bupati melapor ke pihak kepolisian tersebut melibatkan bupati Muna dan bupati Muna Barat.

Liput Aksi Nelayan, 3 Jurnalis Pers Mahasiswa Ditangkap, Ini Penjelasan DirPolair Polda Sulsel

Ini 5 Ciri Pilih Burung Perkutut, Kondisi Badan, Kepala Besar, hingga Mitos dan Cara Bedakan Jenis

Bupati Muna LM Rusman Emba dilaporkan ke Polda Sulawesi Tenggara ( Sultra).

Ia harus berurusan dengan polisi karena telah mengumumkan identitas pasien Covid-19 ke publik.

Pelapor adalah Bupati Muna Barat LM Rajiun Tumada.

Suasana Bandara Shangia Ni Bandera Kolaka yang terletak di Desa Tanggetada, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/3/2020).
Suasana Bandara Shangia Ni Bandera Kolaka yang terletak di Desa Tanggetada, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/3/2020). (Sanovra/tribun-timur.com)

Keduanya memang menjadi rival pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Desember 2020.

Keduanya telah mendaftarkan diri ke KPU Muna pada Jumat (4/9/2020).

Sarifuddin, kuasa hukum dari Rajiun Tumada melaporkan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muna, Rusman Emba.

Laporan itu dilakukan karena kliennya tak terima diumumkan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami membaca lewat media online pada tanggal 7 September 2020.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved