Sulsel Young Prenuer
Q & A Besama Ravindra Owner SSBarbershop & SSCoffeespace, Semua Berawal dari Vespa
Edisi kali ini, Sulsel Young Prenuer mengajak Ravindra Owner SSBarbershop dan SSCoffeespace untuk membagi kisah inspiratifnya.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Suryana Anas
Dengan jam terbang tersebut, mereka juga secara skill akan terus terlatih.
Jadi saya menempatkan usaha itu seperti anak kandung, kita harap mereka bisa tumbuh bersama.
8. Setelah sukses dengan Barbershopnya, Ravindra merambah bisnis coffeeshop bernama SSCoffeespace. Apa tujuan membuat coffespace ini?
Jadi sebenarnya SSCoffeespace ini seperti jadi sarana untuk siapapun bisa berbincang atau ngobrol bersama.
Dulu, saya punya kantor spacenya sangat kecil, sedangkan teman-teman yang datang untuk ngobrol itu banyak sekali.
Saya selalu menerima mereka, karena selain silahturrahmi saya juga belajar dari obrolan-obrolan ringan itu.
Akhirnya terpikirlah saya untuk membuat coffeespace. Memanfaatkan tempat yang sederhana untuk intens ngobrol dan mencari inspirasi.
9. Katanya ada tiga tagline dari SSCoffeespace ini. Apa saja itu?
Membangun bisnis itu harus memiliki tujuannya apa.
Tidak semata-mata tentang keuntungan saja.
Sama seperti halnya yang ada di SSCoffeespace ini saya mengusung tiga tagline.
Yang pertaa adalah rumah kolaborasi, disini dengan siapapun kita adalah teman.
Menurut saya kolaborasi yang sederhana adalah ketika kita bisa memakai atau membeli jasa teman sendiri.
Kedua, taman kesetaraan. Bukan hanya pecinta vespa siapapun bisa nongkrong dan ngobrol di tempat ini.
Mau tua mau muda, mau pejabat atau siapapun semuanya setara.
Dan house of expression, saya ingin teman-teman makassar punya kepercayaan diri.
Misal mereka punya artwork yang tak terpublis, menurut saya mereka tidak punya kepercayaan diri.
Jadi prinsipnya buat aja dulu, jangan mendengarkan kata orang agar semua bisa tersalurkan.
Inilah nilai yang ingin saya bagikan kepada siapapun saat berada di SSCoffeespace ini.
10. Apa menu andalan dari SSCoffeeshop?
Coffee SS90. Ini diambil dari tipe vespa yang saya suka.
Waktu awal saya buka bisnis, saya menjual satu vespa saya untuk modal yakni SS90.
Apa yang saya korbankan, saya abadikan menjadi sebuah brand.
Dulu vespa itu saya beli 15 juta tahun 2015.
Padahal harga pasarannya dulu 30 jutaan. Waktu itu harganya sudah mahal. Karena uniknya.
Tapi orang-orang gak tahu. Vespa SS90 dari Piaggio salah satu desain vespa tercantik di dunia dan world colector item.
Vespa itu kenapa langka karena diproduksi 5300-an unit di dunia sejak tahun 1965 hingga 1971.
Dan dari segi desain sangat slim dan unik, ada toolkitnya juga di tengah.
11. Pernah tidak merasakan hal jatuh saat berbisnis?
Ini proses belajar, setiap langkah yang saya lakukan saya niat kan untuk belajar.
Saya sebagai anak vespa pernah dipandang sebelah mata, sehingga memancing saya untuk bisa membuktikan potensi saya sebagai anak vespa.
Saya mau mengeksplor sampai dimana potensi anak vespa.
Momen jatuh pun pasti saya pernah merasakan itu.
Salah satunya, karena pandemi itu saya tutup 2 bulan baik usaha kafe ataupun barbershop.
Sayangnya cicilan gak tutup, pernah ada disatu momen teman-teman sudah dapat bagiannya (gaji).
Pada saat saya melihat rekening perusahaan itu tinggal ratusan ribu.
Kembali ke niat lagi, bahwa saya ingin bermanfaat untuk orang lain dan tumbuh bersama.
Yang terpenting karyawan sudah aman. Jadi ketika rugipun yang penting sudah mencoba.
Apalagi rata-rata karyawanku sudah berkeluarga, tanggung jawab mereka semakin besar.
Otomatis dalam pekerjaan pun semakin besar.
12. Apa tips untuk memulai usaha?
Kalau ingin membangun usaha dan tujuan utamanya adalah provit, mending jangan memulai usaha.
Kita bisa melihat contoh-contoh mereka yang sudah tumbuh besar karena tujuan utamanya yang ingin bermanfaat.
Jadi usaha yang besar bukan dari nilai provit, tapi kebaikan-kebaikan untuk orang lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/uji-nurdin-kiri-dan-ravindra-kanan-saat-ngobrol-sulsel-young-preneur-di-sscoffeespace-1.jpg)