Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Menakar CPO Indonesia dan Sulsel Sebagai Energi Terbarukan di Masa Depan

Kementerian ESDM sudah menyusun Peta Jalan Pengembangan Biofuel Berbasis Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah

Tayang:
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Istimewa
Ketua Dewan Pimpinan Propinsi (DPP) Apindo Sulawesi Selatan, Drs La Tunreng, MM 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyusun Peta Jalan Pengembangan Biofuel Berbasis Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah untuk memenuhi target bauran energi 2020-2045.

CPO turunannya merupakan penghasil Bio-diesel sama dengan energi terbarukan.

Hal inilah yang mutlak menjadikan CPO sumber energi masa depan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, Dadan Kusdiana menguraikan, peta jalan ini tidak akan berisi angka semata, namun sudah dilengkapi dengan pembagian tugas para pemangku kepentingan dan parameter keberhasilan program, termasuk peran litbang.

Supervisi kegiatan ini adalah Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM. Penyusunan road map ini akan menjadi panduan, seberapa besar investasi untuk mencapai target yang ditetapkan, jumlah insentif, jumlah bahan baku, jenis bahan baku hingga cara mencapainya.

Untuk mendukung pasokan CPO sebagai bahan baku biofuel, pemerintah akan mendorong produksi di wilayah timur Indonesia mengingat wilayah barat sudah mulai jenuh.

Sulawesi Selatan juga penuh dengan potensi untuk CPO. Dari data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, produksi CPO sebesar 121.628 ton pada tahun 2020.

Angka itu naik dari tahun 2019 dengan produksi 113.565 ton, atau tumbuh 6,72 persen.

Secara nasional, Indonesia memproduksi 49.117.260 ton di tahun 2020.

Hal itu menjadikan Indonesia sebagai penghasil CPO terbesar di dunia mengalahkan Malaysia.

Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah sentra penghasil sawit di Sulawesi Selatan.

Kebun kelapa sawit pada tahun 2018 seluas 18.360 hektar. Produksinya mencapai 336.426 ton tandan buah segar (TBS) per tahun.

Kebun sawit Luwu Utara terdiri dari 2.987 hektare tanaman belum menghasilkan.

Kemudian 14.097 hektare tanaman menghasilkan dan 1.375 hektare tanaman tua.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Selatan, La Tunreng menyampaikan, ada banyak turunan dari CPO yang bisa menjadi energi terbarukan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved