Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

KAMI vs Jokowi

Nama-nama Pengurus KAMI Mulai Jenderal Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, Said Didu Hingga Ahmad Dhani

Nama-nama susunan pengurus KAMI Mulai Jenderal Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, Said Didu Hingga Ahmad Dhani

Editor: Mansur AM
Tribunnews.com/Taufik Ismail
Deklarasi KAMI - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dihadiri Din Syamsudin, Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, Said Didu hingga Amien Rais 

TRIBUN-TIMUR.COM - Nama-nama susunan pengurus KAMI Mulai Jenderal Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, Said Didu Hingga Ahmad Dhani

Komite Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) terus bergerak.

Komite yang diinisiasi mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan eks Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo terus melebarkan sayap dan menyempurnakan kepengurusannya.

Jenderal Gatot Nurmantyo Tolak Mentah-mentah Tawaran Menhan dari Jokowi, Prabowo Diganti?

KAMI mulai dianggap sebagai gerakan oposisi ekstra parlementer terhadap pemerintahan Jokowi.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) akan menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah, terkait kondisi negara saat ini.

Din Syamsuddin selaku deklator KAMI mengatakan, KAMI akan menyampaikan maklumat secara terbuka di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020).

Tokoh yang akan hadir saat penyampaian maklumat adalah Refly Harun, Marwan Batubara, Gatot Nurmantyo, Rachmawati Soekarnoputri, Bachtiar Chamsyah, dan Rochmat Wahab.

 Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin, Rocky Gerung Hingga Amien Rais Deklarasi KAMI, Mau Imbangi Jokowi?

Menurutnya, maklumat ini berisi keprihatinan masyarakat terhadap Bangsa Indonesia, khususnya terkait ekonomi, politik, sosial budaya, hukum, dan HAM.

 Anji Unggah soal Mendikbud Nadiem Makarim di Instagram, Singgung Podcast Deddy Corbuzier

"Termasuk sumber daya alam, kami akan jelaskan nanti terjadi penyimpangan."

"KAMI juga mengajukan delapan tuntutan, ada tuntutan ke penyelenggara negara, pemerintah, dan secara spesifik ke Presiden," papar Din di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin meminta kepada pihak agar tak menganggap remeh pembentukan KAMI.

"Terus terang jangan anggap remeh gerakan ini. Kepada semua pihak, saya pesankan untuk tidak perlu gusar," ujar Din.

Din yang juga sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI mencontohkan, penyimpangan yang terjadi yaitu ketika masyarakat tidak setuju dengan masuknya tenaga kerja asing (TKA) di berbagai daerah.

 Hadiri Pelantikan Kadisdik Jufri, Prof Husain Syam: UNM Totalitas Akselerasi Pendidikan Sulsel

"Tapi dijawab pemerintah sudah sesuai prosedur."

"Ini contoh kecil dan ini diabaikan, bahkan disikapi dengan kesombongan dan keangkuhan," papar Din.

KAMI, lanjutnya, adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 Dulu Pengunjung Antre, Kini Viral Toko Kue Artis Syahrini di Bandung Sudah Tak Terurus, Bangkrut?

"KAMI didukung para tokoh dari berbagai elemen, berbagai profesi, dari cendekiawan, kaum buruh, dan lainnya."

"Ini koalisi yang majemuk, baik antar agama, suku dan profesi," jelas Din.

"Setelah menyampaikan maklumat di Tugu Proklamasi, kami akan sampaikan ke MPR, DPR, DPD, dan ke Presiden," papar Din Syamsuddin.

Menurut Din, maklumat KAMI tidak perlu disikapi secara sinis, tetapi hanya perlu dijawab dengan berbagai langkah dalam menyelamatkan Bangsa Indonesia dari keterpurukan.

 Jokowi Cabut Keppres Pemecatan Evi Novida Ginting, Ketua DKPP: Biarlah Sejarah Mencatat

"Apa yang kami sampaikan nanti berbasis ilmu pengetahuan, kami siap berdebat dengan siapapun, kami akan menyampaikan data-datanya," tutur Din.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera angkat bicara mengenai pendirian KAMI.

Mardani menilai semua inisiatif masyarakat yang memiliki niat membangun Indonesia perlu dihargai.

 Apes Sepasang ABG yang Dipergoki Polisi Gadungan Asyik Pacaran di Pematang Sawah, Diajak Bercinta

"Semua inisiatif masyarakat untuk membangun negeri perlu dihargai."

"Persepsi menyelamatkan negeri bisa banyak versi," ujar Mardani ketika dihubungi Tribunnews, Senin (17/8/2020).

Menurutnya, pendirian KAMI tak perlu dipermasalahkan, selama dilakukan secara sah dan legal, serta berada dalam hukum dan perundang-undangan.

 Berniat Boyong Cristiano Ronaldo ke Newcastle United, Fakta Sosok Pengusaha Cantik Evangeline Shen

Anggota Komisi II DPR tersebut juga mengatakan, partainya siap bekerja sama dengan siapapun yang berniat melakukan perbaikan bangsa.

"Kami sebagai partai politik akan terus berusaha menyelamatkan Indonesia melalui jalur parlemen dan pemerintahan sesuai hukum dan perundang-undangan."

"Dan siap bekerja sama untuk perbaikan bangsa," ucapnya.

Din juga mengklaim saat ini KAMI telah dideklarasikan dan mendapat dukungan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, baik di dalam dan luar negeri. Di luar negeri, KAMI telah telah dideklarasikan oleh WNI di Amerika Serikat, Qatar, Swiss, hingga Taiwan.

"Jadi mohon menggambarkan ini adalah koalisi yang sangat majemuk baik antarprovinsi, agama, termasuk juga generasi muda," katanya.

 UPDATE 15 Agustus 2020: Hore! Semua Pasien Positif Covid-19 di Secapa AD Sudah Sembuh

Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengaku tak mempermasalahkan kehadiran KAMI.

Baginya, itu adalah ekspresi biasa dari elemen masyarakat dalam negara demokrasi.

"PPP melihat kehadiran KAMI sebagai ekspresi biasa dari elemen masyarakat dalam negara demokrasi."

"PPP menghormati ekspresi dari kelompok masyarakat manapun."

"Selagi isinya merupakan artikulasi kritik dan pandangan dari sudut yang berbeda tentang keadaan negara dan pemerintahan saat ini," ujar Arsul ketika dihubungi Tribunnews, Senin (17/8/2020).

Menurut Arsul, hal ini tidak perlu disikapi secara reaktif apalagi represif.

Selama artikulasi, kritik dan pandangan yang disampaikan bukan merupakan ujaran kebencian atau penistaan terhadap pribadi-pribadi.

Termasuk ,Presiden dan pejabat pemerintahan, ataupun bukan hal yang memprovokasi tindakan anarkis yang bersifat SARA.

Sebaliknya, kata dia, ketika ada elemen masyarakat yang tidak setuju atau sepandangan dengan KAMI, dapat melakukan counter-opinion terhadap mereka.

"Dengan demikian, ruang demokrasi kita diharapkan diisi dengan pertukaran wacana yang berbeda, namun tetap sehat dan mencerahkan," kata dia.

Anggota Komisi III DPR tersebut juga menilai masyarakatlah yang nantinya akan menilai kesehatan alam pikir dan cara pandang siapapun yang kritis terhadap pemerintah.

"Yakni apakah pikiran kritisnya disertai dengan tawaran alternatif kebijakan, atau hanya bisa menyalah-nyalahkan pemerintahan saja."

"Harapan PPP terhadap rencana KAMI menyampaikan secara terbuka maklumat dimaksud merupakan ekspresi pemikiran yang kritis-solutif, bukan kritis-insinuatif," paparnya. 

Berikut di antaranya susunan pengurus KAMI:

Komite Seni Budaya

Ahmad Dhani Prasetyo

Neno Warisman,

Camelia Malik

Komite Keagamaan dan Kehidupan Beragama

KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafei

Bachtiar Nasir

Komite Eksekutif

Ahmad Yani,

Jumhur Hidayat,

Adhi Masardi

Komite Khusus

Rocky Gerung,

MS Kaban, Abdullah Hehamahua

Komite Sosial Ekonomi

Said Didu

Ichsanuddin Noorsy,

Lieus Sungkharisma 

Marwan Batubara

Komite Hukum dan HAM

Refly Harun

Eggi Sudjana 

(Seno Tri Sulistiyono/Vincentius Jyestha)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Para Tokoh KAMI akan Deklarasi Selasa (18/8), Din Syamsuddin: Jangan Anggap Remeh Gerakan Ini, 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved