Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

4G Telkomsel

IKK di Papua Terlayani Jaringan 4G Telkomsel, Perantau Puas Silaturrahmi Daring dengan Keluarga

Di tahun 2020 ini Regional Maluku dan Papua mendapatkan porsi terbesar untuk pembangunan New BTS secara nasional.

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasriyani Latif
Telkomsel
Foto bersama tim Telkomsel Regional Maluku dan Papua saat usai meresmikan layanan 4G yang menjangkau semua ibu kota Kabupaten di Papua. 

"Telkomsel bersama Telkom Group terus melakukan berbagai upaya dengan memaksimalkan seluruh aset yang tersedia, dengan tetap berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait mulai dari Pemerintah RI melalui Kementerian Kominfo RI terutama BAKTI dalam pengembangan jaringan telekomunikasi hingga wilayah 3T, untuk memenuhi tanggung jawab perusahaan terhadap Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) atau Universal Service Obligation (USO) yang telah ditetapkan oleh pemerintah," jelasnya.

Tidak hanya itu, Telkomsel pun berkomitmen mendukung program yang dicanangkan Pemerintah dalam pemerataan akses telekomunikasi di seluruh wilayah, baik itu melalui program USO BAKTI maupun Indonesia Merdeka Sinyal.

Melalui program-program secara berkelanjutan tiada henti akan terus melakukan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dalam hal penambahan dan perluasan layanan.

"Saat ini coverage jaringan Telkomsel hadir 100 persen di Ibu Kota Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua atau sekitar 45 persen dari total seluruh kecamatan yang ada di wilayah Provinsi Papua," tukasnya.

Hadirnya Jaringan 4G di Seluruh IKK Disambuat Antusias Perantau

Keinginan berjumpa dan berkumpul dengan keluarga, menjadi hal yang sulit diwujudkan para perantau di tanah Papua sejak awal pandemi sampai sekarang.

Adalah Hikmah, perantau asal perbatasan Gowa-Sinjai Barat, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sejak tahun 2017, perempuan yang akrab disapa Imha ini memutuskan meninggalkan kampung halaman dan merantau ke Kota Jayapura.

Setiap tahun, perempuan yang akrab disapa Imha ini rutin pulang menjenguk kedua orang tuanya, Puang Tuo dan Sudir serta adiknya Syahrul.

Namun, kehangatan keluarga secara langsung di momen lebaran Idul Fitri 2020 lalu tak dirasakan Imha. Pandemi covid-19 yang merebak ditambah Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) mengharuskan ia tetap tinggal di Kecamatan Kota Raja, Jayapura, Papua.

Rindu yang tak bisa ia bendung untuk keluarga besarnya di Sulawesi Selatan membuatnya menangis sejadinya-jadinya.

"Kami ini para perantau, kalau tidak bisa pulang kampung ketemu sanak saudara rasanya menyakitkan sekali. Apa daya, sampai sekarang belum bisa pulang karena Corona. Untungnya saja sudah di era teknologi yang canggih yah, meski ragaku di Papua tetapi setidaknya rasa rindu terobati dengan video call, telfonan dan saling kirim foto sama keluarga," katanya.

Bagi Imha, silaturahmi melalui daring membuatnya puas dan bahagia. Apalagi jika didukung layanan berteknologi 4G dari Telkomsel.

"Walau hanya melihat wajah ibu,bapak dan adikku lewat layar smartphone, tetapi sudah mengobati sedikit rasa rinduku untuk mereka. Ini semuanya tidak lepas dari dukungan jaringan 4G Telkomsel yang merajai seluruh wilayah di Papua. Dimanapun saya, tetap bisa video call mereka, baik itu di tempat kerja, di rumah, bahkan di tempat wisata," ucapnya.

Hal serupa disampaikan Wahyuni (28), ibu satu anak ini merantau ke Jayapura sejak tahun 2017 lalu.

Ia ikut sang suami yang sejak 2012 mengadu nasib di Kota Jayapura. Di sana, ini dan suami bekerja di salah satu toko ritel yang menjual sembako.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved