Timor Leste
18 Tahun Merdeka dari Indonesia, Begini Kekuatan Militer Timor Leste yang Dulu Dibantu Australia
kekuatan militer Timor Leste terdiri dari F-FDTL (Forcas de Defesa de Timor Leste) yang tugasnya menjaga pertahanan negara.
TRIBUN-TIMUR.COM - Timor Leste telah merdeka dari Indonesia selama 18 tahun.
Di awal kemerdekaan, kekuatan militer Timor Leste masih dibantu oleh Australia.
• Diam-diam Ivan Gunawan Sudah Punya Calon Istri, Canangkan Tahun 2021 Bakal Menikah, Siapa Kekasihnya
• Pakai Bra Sport, Artis Ini Tak Terima Diminta Tutup Aurat, Komen Sandrinna Michelle Dihujat Netizen
Bagaimana kondisi militer negara tersebut hari ini? Simak perjalanan negara Timor Leste berikut ini.
Portugis mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-16 dan menjajahnya pada pertengahan abad.
Pertempuran dengan Belanda di wilayah tersebut akhirnya menghasilkan perjanjian tahun 1859 di mana Portugal menyerahkan bagian barat pulau itu.

Kemudian Kekaisaran Jepang menduduki Timor dari tahun 1942 hingga 1945, tetapi Portugal melanjutkan otoritas kolonial setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.
Timor Timur mendeklarasikan dirinya merdeka dari Portugal pada 28 November 1975 dan diserbu serta diduduki oleh pasukan Indonesia sembilan hari kemudian.
Lalu wilayah ini dimasukkan ke Indonesia pada bulan Juli 1976 sebagai provinsi Timor Timur.
• Blak-blakan Bu Dokter Gigi Benarkan Soal Chat Mesra via WhatsApp dengan Sekda Bondowoso, Isinya?
• Alasan Hari Asyura Istimewa? Begini Sejarah di Bulan Muharram & Ibadah yang Dianjurkan untuk Muslim
Kampanye pengamanan yang tidak berhasil terjadi selama dua dekade berikutnya, di mana sekitar 100.000 hingga 250.000 orang tewas.
Dalam referendum populer yang diawasi oleh PBB pada Agustus 1999, mayoritas rakyat Timor-Leste memilih untuk merdeka dari Indonesia.
Namun, dalam tiga minggu berikutnya, milisi anti-kemerdekaan Timor - yang diorganisir dan didukung oleh militer Indonesia - memulai kampanye pembalasan besar-besaran.
Milisi membunuh sekitar 1.400 orang Timor dan memaksa 300.000 orang ke Timor Barat sebagai pengungsi.

Sebagian besar infrastruktur negara, termasuk rumah, sistem irigasi, sistem pasokan air, dan sekolah, dan hampir semua jaringan listrik negara itu hancur.
Pada tanggal 20 September 1999, pasukan penjaga perdamaian yang dipimpin Australia dikerahkan ke negara itu dan mengakhiri kekerasan.
Pada tanggal 20 Mei 2002, Timor-Leste diakui secara internasional sebagai negara merdeka.