PSM Makassar
SSB Harap PSM Makassar Hidupkan Kompetisi Klub Anggota
SSB Harap PSM Makassar Hidupkan Kompetisi Klub Anggota. Era Perserikatan pemain-pemain asal Sulsel mayoritas mengisi skuad utama PSM.
Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Perkembangan sepakbola di Indonesia seperti jalan di tempat.
Dalam beberapa dekade terakhir, tak ada prestasi yang cukup prestisius dihasilkan.
Paling mentok Timnas Indonesia hanya bersaing di level Turnamen antarnegara Asia Tenggara.
Untuk urusan Tim usia dini, kabar rencana naturalisasi pemain asal Brazil untuk menghadapi Piala Dunia U-20 pun menjadi bukti tidak percaya dirinya pengelola Federasi dalam hal ini PSSI.
Ditarik lagi ke belakang, mayoritas klub-klub Liga 1 Indonesia juga kesulitan menghasilkan pemain-pemain muda hasil binaan.
PSM Makassar salah satunya, tim tertua di Indonesia ini dalam beberapa tahun terakhir banyak mengambil pemain di luar Sulawesi Selatan dan Makassar khususnya.
Padahal sejak era Perserikatan hingga kompetisi Liga di awal tahun 2000, pemain-pemain asal Sulsel mayoritas mengisi skuad utama PSM.
Nama-nama seperti Syamsul Chaeruddin dan Hamka Hamzah bahkan menjadi langganan Timnas di eranya.
Kedua pemain ini merupakan hasil produk dari kompetisi klub anggota PSM.
Seperti diketahui pada era Perserikatan, PSM memiliki klub anggota. Sebut saja diantaranya Bangau Putra.
Para pemain muda pada masa itu harus bersaing lewat kompetisi antarklub anggota ini sebelum bisa menembus tim PSM Senior.
Usman Atto, pelatih PS Telkom menyebut dulunya ada kompetisi pra-ligina.
"Pemain-pemain seperti Rasyid itu lahir di pra-ligina sebelum mereka bisa ke PSM senior," ucapnya saat dihubungi, Rabu (26/8/2020).
Usman Atto pun berharap kompetisi antarklub anggota ini bisa kembali dihidupkan sebagai salah satu solusi mencetak pemain-pemain masa depan yang akan mengisi tim PSM senior nantinya.
"Harus dihidupkan, manajemen PSM sepertinya bisa melakukan itu tinggal bagaimana terkait teknisnya karena selama ini SSB di Makassar itu sangat kurang dalam hal kompetisi. Alhasil PSM kan sulit memantau pemain muda potensil," sambungnya.