Breaking News:

BERITA Populer: Buaya Pemangsa Warga Mamuju Tengah Ditangkap Hingga Fakta Unik Tentang Buaya

Korban yang diterkam buaya, sebelumnya buang air di tepian sungai. Korban mengalami luka parah sebelum akhirnya meninggal dunia

citizen/hamrul
Warga Mamuju Tengah, Sulawesi Barat tangkap buaya lima meter di Sungai Budond-budong, Kecamatan Topoyo. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Baru-baru ini, warga Mamuju Tengah (Mateng) Provinsi Sulawesi Barat, dihebohkan dengan tewasnya seorang warga bernama Asrianto (25) karena dimangsa buaya di Sungai Budong-budong, Kini, buaya tersebut telah ditangkap bersama lima ekor buaya yang masih kecil.

Buaya-buaya tersebut ditengarai merupakan anak dari buaya berukuran panjang 5 meter yang ditangkap sebelumnya oleh warga.

Buaya tersebut berhasil ditangkap beserta anak-anaknya. Setidaknya pawang bersama warga setempat berhasil menangkap 11 ekor buaya.

"Satu ekor induknya sama kurang lebih 10 ekor anaknya," kata Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Bahar, via telepon, Senin (24/8/2020).

Setelah ditangkap buaya yang memangsa warga dengan 10 ekor anak-anaknya dievakuasi ke depan kantor Bupati Mamuju Tengah, di Kecamatan Tobadak. Bahkan sempat jadi tontonan warga.

Bupati Mateng, Aras Tammauni mengaku, buaya tersebut ditangkap atas perintahnya. Setelah mendengar kabar terkait warganya yang diterkam buaya, ia langsung mengerahkan pawang untuk melakukan penangkapan.

"Selama satu malam proses penangkapan, pawang buaya yang dibantu oleh warga Dusun Patulana dan Dusun Galian Desa Budong-budong, serta warga Dusun Kalubibing, Desa Pangalloang, berhasil menangkap belasan ekor anak buaya beserta satu ekor induknya berukurang hampir lima meter," kata Aras.

Dengan ditangkap sejumlah predator tersebut dari Sungai Budong-budong, Aras berharap keresahan warga bantaran sungai yang sebagian aktivitasnya memanfaatkan sungai tersebut, bisa berkurang.

Buaya yang berhasil ditangkap, kata dia, rencananya akan dupindahkan ke penangkaran lain.

Dia juga berharap kedepannya, warga di sekitaran bantaran sungai Budong-budong untuk selalu berhati-hati agar peristiwa warga diterkam buaya tak terulang lagi.

"Semoga menjadi pelajaran bagi seluruh warga yang tinggal di bantaran Sungai Budong-budong, agar ke depan lebih berhati-hati saat beraktifitas di dekat sungai," tuturnya.

Peristiwa tewasnya Asrianto akibat diterkam buaya di tepian Sungai Budong-budong, bukan kali pertama. Sebelumnya, seekor buaya juga memangsa seorang ibu rumah tangga bernama Hasmila (40) saat hendak buang air di sungai.

Jenazah Hasmila ditemukan dua hari kemudian oleh tim SAR gabungan. Pada tubuhnya terdapat beberapa bekas luka gigitan yang cukup dalam.

Fakta Tentang Buaya :

Halaman
Penulis: Nurhadi
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved