Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Liga Spanyol

Ternyata 1 Kejadian Ini Bikin Lionel Messi Tak Nyaman di Barcelona

Megabintang Barcelona, Lionel Messi, ternyata sudah tidak bahagia di Barca sejak 3 Agustus 2017 karena satu kejadian.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
twitter
Megabintang Barcelona, Lionel Messi (kiri), merayakan golnya ke gawang Eibar dalam laga Liga Spanyol di Stadion Camp Nou, Sabtu (22/2/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Megabintang Barcelona, Lionel Messi, ternyata sudah tidak bahagia di Barca sejak 3 Agustus 2017 karena satu kejadian.

Masa depan Lionel Messi bersama Barcelona terus menjadi perbincangan.

Messi, yang kontraknya habis pada 30 Juni 2021, belum menentukan sikap apakah akan bertahan atau hengkang dari Barcelona.

Pelatih baru Barcelona, Ronald Koeman, pun mengatur pertemuan dengan Messi.

Tambah Kekuatan, Manchester United Buru Tiga Pemain Juventus, Siapa Saja?

Final Liga Champions - Kesempatan Neymar Hentikan Dominasi Ronaldo & Messi

Koeman, yang baru menjabat sebagai juru taktik Barcelona pada 19 Agustus 2020, telah mengetahui sudut pandang Messi.

Koeman dan Messi bertemu pada Kamis (20/8/2020).

Menariknya, hasil pertemuan Ronald Koeman dengan Lionel Messi dibocorkan oleh radio Catalan, RAC1.

RAC1 melaporkan bahwa Messi telah mengatakan kepada Koeman bahwa masa depannya ada di klub lain, bukan Barcelona.

Namun, Messi, yang mengira pertemuan dengan Koeman tertutup, langsung marah setelah mengetahui perbincangannya bocor ke publik.

Tiga Pemain Senior Bakal Terdepak dari Barcelona, Termasuk Luis Suarez

Barcelona Pasang Harga Buat Lionel Messi, Bakal Jadi Pemain Termahal Sedunia Lho!

Hal ini semakin memperkeruh kondisi Lionel Messi di Barcelona.

Sitasi Messi sekarang juga mendapat perhatian dari mantan kandidat Presiden Barcelona, Agusti Benedito.

Benedito menjadi kandidat dari Presiden Barcelona dalam pemilihan pada 2010 dan 2015.

Pada 2010, Benedito menempati urutan kedua dengan 14,09 persen (8.044 suara).

Benedito dikalahkan oleh Sandro Rosell yang mengantongi 61,35 persen dengan dukungan 35.021 suara.

Pada 2015, Agusti Benedito kembali takluk karena sekadar mengumpulkan 7,16 persen dari 3.386 suara.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved