PSM Makassar
Impian Sang Pangeran Rasyid Bakri Sejahterahkan Masyarakat
Di luar kesibukannya sebagai pesepakbola, Rasyid juga tengah merintis usaha percetakan di kampung halamannya, Kabupaten Gowa.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Hasriyani Latif
"Setelah ada Covid-19, percetakan saya sempat tutup sebulan. Karyawan terpaksa dirumahkan dan gajinya dipotong 50 persen. Tapi lama kelamaan kasihan juga teman-teman tidak ada pemasukan, jadi kita coba buka kembali, dan Alhamdulillah mulai lancar lagi,” terangnya.
Rasyid menyadari, usaha percetakan telah berkembang di mana-mana dan menjadi tantangan tersendiri baginya.
“Memang sekarang musimnya cetak baliho calon kepala daerah, tapi percetakan di tempat juga banyak. Tapi rezeki Allah yang mengatur semuanya, kita lakukan saja yang terbaik dan bekerja dengan ikhlas,” tuturnya.
Ia berharap usahanya dapat semakin berkembang kelak, dan Ia juga dapat semakin menyejahterahkan keluarga, teman, serta masyarakat.
“Harapan saya, ke depan percetakan bisa lebih berkembang lagi, gaji karyawan bisa naik, tambah karyawan dan mesin supaya saya bisa membantu teman untuk kesejahteraan mereka. Kalau pendapatan bagus, kenapa tidak kita tambah mesin lagi,” pungkasnya. (*)
Laporan Wartawan tribun-timur.com, @Fahrizal_syam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/usaha-percetakan-milik-gelandang-psm-rasyid-bakri-yang-terletak-di-jl-poros-pallangga.jpg)