Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jerinx SID

Soal Jerinx SID Minta Penangguhan, Wayan Koster Ogah Beri Ampun, Gubernur Bali: Baru Ditahan Takut!

Melansir Tribun Bali, Koster menyebut Jerinx telah menghasut masyarakat dan secara implisit mengatakan Jerinx tak menghargai kerja keras pemprov Bali.

Tayang:
Editor: Arif Fuddin Usman
kolase Tribun Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster, tegas tak bakal memberi ampun Jerinx drummer Superman is Dead / SID 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sikap tegas dan tak ada ampun dipilih Gubernur Bali, Wayan Koster saat dimintai komentar atas kasus yang dialami Jerinx SID.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku tegas tak bakal memberi ampun orang yang menghasut ingin menggagalkan kebijakan pemerintah.

Hasrat Tak Bisa Ditahan, Nekat ke Sawah Tapi 2x Kalah Duluan, Pria Ini Malah Tewas di Tangan Mantan

Warga Sering Kehilangan Celana Dalam dan Bra, Ternyata Ribuan Ditemukan di Kamar Pria Ini, Diapakan?

Koster berbicara mengenai drummer Superman is Dead, I Gede Ari Astina alias Jerinx, yang selama ini vokal mengkritisi kebijakan pemerintah terkait pandemi virus corona.

Menurut Koster, apa yang dilakukan Jerinx selama ini telah merugikan masyarakat dan pemerintah.

Alih-alih membantu menekan laju sebaran covid-19, Jerinx Superman is Dead justru berkontribusi menambah kasus positif corona di Indonesia.

Didampingi istrinya, Jerinx SID dibawa ke Rutan Polda Bali, Rabu (12/8/2020) petang. Jerinx ditahan selama 20 hari kedepan terkait ujarannya di media sosial tentang IDI dan rapid test.
Didampingi istrinya, Jerinx SID dibawa ke Rutan Polda Bali, Rabu (12/8/2020) petang. Jerinx ditahan selama 20 hari kedepan terkait ujarannya di media sosial tentang IDI dan rapid test. (Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara)

Sebab Jerinx menyuarakan gerakan anti rapid test dan swab PCR, meski ia menyebut tujuannya adalah untuk meringankan beban rakyat kecil yang tak mampu melakukan tes.

Seperti diketahui, Jerinx dilaporkan oleh Ikatn Dokter Indonesia (IDI) Bali terkait kasus ujaran kebencian karena menyebut IDI sebagai kacung WHO.

Jerinx juga memplesetkan IDI menjadi singkatan yang bernada merendahkan.

Irjen Mas Guntur Laupe Kok Seperti Pemuda 30 Tahun? Hindari Makan Nasi di Malam Hari dan Gorengan

Gedung Tertinggi di Indonesia Timur Bakal Ada di CPI, Jalur Pedestrian Makassar Mirip di Luar Negeri

Sehingga Koster mengatakan dirinya tak bakal kompromi dengan orang yang ingin menggagalkan penanganan covid-19 di Bali.

Melansir Tribun Bali, Koster menyebut Jerinx Superman is Dead telah menghasut masyarakat dan secara implisit mengatakan Jerinx tak menghargai kerja keras pemprov Bali.

“Pak Kapolda sedang memproses hukum seseorang yang melecehkan profesi IDI," kata Koster saat peletakan batu pertama pembangunan Pasar Umum Gianyar di Gianyar, Selasa (18/8/2020).

I Gede Ari Astina atau Jerinx SID memenuhi panggilan Polda Bali terkait laporan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, Kamis (6/8/2020).
I Gede Ari Astina atau Jerinx SID memenuhi panggilan Polda Bali terkait laporan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik, Kamis (6/8/2020). (KOMPAS.COM)

"Kemudian, lebih dari itu, (dia juga) mementahkan kebijakan pemerintah, menghasut orang untuk tidak mengikuti kebijakan pemerintah.

"Sementara kita, saya sebagai gubernur dengan Pak Kapolda, Kajati, siang malam ngurusin ini supaya Bali ini aman dari Covid-19,” kata Koster.

Koster bahkan menilai Jerinx sebagai orang yang agak 'nyeleneh'. Ia menilai apa yang disuarakan Jerinx bukanlah kritikan, namun merupakan hasutan.

“Ini orangnya nyeleneh, kalau sampai terjadi banyak positif dan ada yang meninggal, siapa yang bertanggung jawab? Ini bukan urusan kritik mengkritik.

"Apa yang disampaikan itu bukan kritik, tapi sudah menghasut masyarakat untuk menggagalkan kebijakan pemerintah, tidak taat dengan kebijakan pemerintah," ungkapnya.

Bersama dengan Kapolda Bali, Koster menegaskan akan mengusut kasus untuk melindungi masyarakat.

"Ini merupakan bagian untuk melindungi masyarakat. Kok kita diaduk-aduk. Gak bisa, maaf, saya akan tegas urusan begini."

"No kompromi terhadap orang-orang yang ingin menggagalkan upaya pemerintah (memutus rantai Covid-19),” tegas Koster.

Ia bahkan menyindir Jerinx yang mengajukan penangguhan penahanan ke Polda Bali.

Koster meminta Jerinx untuk bersikap lebih gentle dan bertanggung jawab atas apa yang ia suarakan.

“Jadi orang gentle aja. Di tahanan takut ternyata. Minta ditangguhkan. Katanya berani satu penjara dengan Pak Koster, satu penjara dengan ketua DPRD.

"Mara disel blengih ternyata (baru disel, cengeng ternyata). Janganlah jadi orang kayak begitu,” sindir Koster.

Seperti diketahui, Polda Bali telah menolak permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Jerinx dengan alasan khawatir akan kembali diulangi.

"Penangguhannya ditolak, dikhawatirkan akan mengulangi perbuatannya," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, Selasa (18/8/2020), dikutip dari Kompas.com.

Adapun permohonan tersebut diajukan Jerinx dengan ayah kandungnya, Wayan Arjono dan istrinya, Nora Alexandra menjadi penjamin.

"Penangguhan penahanan kami ajukan karena hak dari tersangka dengan bapak Wayan Aarjono sebagai penjamin.

"Beliau adalah bapak kandung. Penjamin kedua Nora," kata kuasa hukum Jerinx, Wayan Gendo Suardana, di Mapolda Bali, beberapa waktu lalu.

Minta IDI Pakai Jalur Damai

I Gede Ari Astina alias Jerinx SID, dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali terkait kasus ujaran kebencian.

Ketua IDI Bali, I Gede Putra Suteja mengatakan, pihaknya merasa terhina atas beberapa pernyataan Jerinx, salah satunya yang menyebut IDI sebagai kacungnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bukan hanya itu, Jerinx juga memplesetkan singkatan IDI, sehingga pihak IDI Bali merasa tersinggung dan melaporkan Jerinx ke pihak kepolisian.

“Iya terkait menghina IDI. Dia sebut IDI kacungnya WHO, IDI ikatan apa apa itu," kata Putra Suteja saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (4/8/2020), dikutip dari Tribun Bali.

"Ya kami kan organisasi kan merasa terhina dengan hal hal seperti itu,” lanjutnya.

Laporan tersebut dibuat IDI pada 16 Juni 2020 lalu, sementara Jerinx sendiri telah menjalani pemeriksaan pada Kamis (06/08/2020).

Melansir Tribun Bali, Jerinx mengaku tak bermaksud melontarkan ujaran kebencian kepada IDI melalui unggahan Instagramnya.

Menurutnya, ia hanya menyuarakan kritik mewakili masyarakat menengah ke bawah.

Oleh karena itu Jerinx meminta maaf kepada IDI. Ia menyebut permintaan maaf tersebut sebagai bentuk empati untuk pihak IDI.

"Saya benar memang minta maaf sebagai bentuk empati kepada kawan-kawan IDI."

"Karena, saya ingin menegaskan sekali lagi saya tidak mempunyai kebencian, saya tidak punya niat menghancurkan atau menyakiti perasaan kawan-kawan di IDI,” ujar Jerinx di Mapolda Bali, Kamis (6/8/2020).

"Yang jelas saya tidak pernah menuduh IDI sebagai organisasi korup, organisasi yang pembohong, licik, "katanya.

Jerinx mengatakan, makna kacung yang ditujukan pada IDI juga bukan bermaksud menghina.

Menurut Jerinx, sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kacung bermakna pelayan. Yang artinya IDI merupakan pelayan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ia hanya ingin agar IDI tidak asal mengikuti perintah WHO terkait imbauan di masa pandemi virus corona alias covid-19.

Jerinx kemudian mencontohkan arti kata kacung dengan melihat hubungannya dengan sang istri, Nora Alexandra.

"Kalau kata kacung tidak rendah. Pelayan. Kalau saya dirumah kacungnya istri saya, kalau ada orang bilang jerinx kacungnya Nora ya, ya iya, bukan budak belian lebih rendah," kata dia.

Lebih lanjut Jerinx berharap agar IDI mau berdialog untuk menyelesaikan masalah.

Ia ingin kasus ini diselesaikan dengan mediasi, karena menurutnya, ia tak melakukan kesalahan.

"Bagi saya pentingnya segera klarifikasi. Status saya tentang IDI kan meminta penjelasan, alangkah baiknya IDI mau berdialog dengan saya langsung, sehingga kita bertemu di titik yang ideal, menurut saya semua bisa diomongin, karena menurut saya tidak ada kebencian, tidak ada menaruh dendam kepada IDI."

"Karena saya percaya penuh mereka punya kemampuan, kecerdasan untuk melakukan sesuatu untuk mengubah regulasi," kata Jerinx. (*)

(Sosok.ID / Rifka Amalia)

Artikel ini telah tayang di Sosok.ID dengan Judul "Gubernur Bali Tegas Ogah Beri Ampun Penghasut seperti Jerinx, Wayan Koster: Jadi Orang Gentle Saja, Di Tahanan Takut Ternyata, No Kompromi!"

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved