Sejarah Hari Ini: Lukisan Monalisa Dicuri Mantan Pegawai dari Museum Louvre Paris
Lukisan terkenal karya Leonardo da Vinci, Mona Lisa sempat dicuri dari museum Louvre di Paris, Perancis.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Anita Kusuma Wardana
Selama bertahun-tahun, para pengamat dan peneliti lukisan penasaran dengan misteri senyuman Mona Lisa.
Mereka lalu meneliti lukisan itu dengan sinar X. Dari penelitian itu, akhirnya terungkap rahasia senyuman Mona Lisa.
margaret livingstone yang berasal dari ilustrasi Harvard, Apa rahasianya? Sfumato, yaitu teknik melukis dengan cara memberi lapisan-lapisan warna super tipis pada lukisan.
Hasilnya, lukisan tampak berbayang-bayang atau kurang jelas. Nah, sfumato inilah yang membuat Mona Lisa kadang tampak tersenyum, tapi kadang tidak tersenyum.
Konon, Leonardo da Vinci melakukan teknik sfumato di sekitar mulut dan wajah Mona Lisa hanya dengan jari-jarinya. Jadi, ia tidak memakai kuas sama sekali.
- Kode Rahasia di Mata Mona Lisa
Lukisan asli Mona Lisa yang kabur dan retak-retak masih tergantung di dinding Museum Louvre, Paris. Ukurannya tak seberapa besar, 77 x 53 sentimeter, tapi senyum enigmatiknya menembus kaca antipeluru yang melindunginya, mampu menyandera imaji pikiran manusia.
Yang misterius tak hanya senyum Mona Lisa. Akan tetapi juga sorot matanya. Tersembunyi di cat gelap di bagian pupil mata Mona Lisa, terdapat huruf yang disusupkan oleh sang maestro, Leonardo Da Vinci. Kode rahasia ini terungkap berkat teknologi pembesaran termutakhir.
Silvano Vinceti, presiden Komite Warisan Budaya Italia yang menemukan simbol tersebut. Di mata kanan terlihat huruf 'LV' yang mungkin inisial namanya, Leonardo Da Vinci. Sementara di mata kirinya juga terdapat simbol huruf yang belum terdefinisikan.
Para ahli belum memutuskan huruf apa di mata kiri Mona Lisa. Itu bisa saja huruf 'CE' atau huruf 'B'. Sementara di lengkung jembatan di latar belakang lukisan, bisa terlihat angka '72' atau itu bisa jadi huruf 'L' dan angka '2'.
Vinceti menyatakan, Da Vinci membawa lukisan itu ke mana pun di tahun-tahun terakhir hidupnya. Da Vinci sendiri adalah seorang yang esoteric. Ia hanya bisa dipahami orang-orang tertentu. Ia kerap menyisipkan simbol-simbol dalam karyanya. Siapa tahu, ada pesan cinta dalam lukisan itu.
2. Ramalan Kiamat di Balik "The Last Supper"
Lukisan ini merupakan karya Leonardo Da Vinci. Lukisan tentang perjamuan terakhir Kristus ini kerap jadi sasaran spekulasi. Slavisa Pesci, ahli teknologi informasi, menciptakan efek visual yang menarik dengan menumpangkan versi cermin lukisan itu di atas yang asli. Hasilnya, dua figur mirip kesatria Templar terlihat di kedua ujung meja. Sementara seseorang, yang diduga membawa bayi, berdiri di sisi Yesus.
Sementara, Giovanni Maria Pala, seorang musisi Italia, mengindikasikan posisi tangan dan roti bisa diinterpretasikan sebagai not dan tanda musik. Jika dibaca dari kanan ke kiri, seperti halnya karakteristik tulisan Da Vinci, ia akan membentuk komposisi musikal.
Gilanya lagi, Leonardo Da Vinci bahkan diyakini meramalkan akhir dunia dalam lukisan itu. Menurut Da Vinci, pada 21 Maret 4006, bumi akan dilanda banjir bah. Bencana mahadahsyat itu akan berujung pada kiamat pada 1 November 4006.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lukisan-monalisa-sempat-dicuri-dari-museum-louvre-paris.jpg)