Breaking News:

Tribun Enrekang

Pungutan Pajak dari Sektor Tambang di Enrekang Belum Maksimal

Hingga Juli 2020 PAD Kabupaten Enrekang dari sektor pajak mineral batuan bukan logam baru mencapai 45,97 persen dari target yang dibebankan

TRIBUN-TIMUR.COM/MUH ASIZ ALBAR
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Enrekang, Muh Hidjaz Gaffar 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG- Hingga Juli 2020 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Enrekang dari sektor pajak mineral batuan bukan logam baru mencapai 45,97 persen dari target yang dibebankan.

Jika dirupiahkan maka realisasi PAD dari sektor itu saat ini baru mencapai Rp 413 juta dari target Rp 900 juta.

Padahal, target itu sudah diturunkan dari target pokok sebelumnya yakni Rp 4,2 miliar menjadi Rp 900 juta karena adanya wabah Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Enrekang, Muh Hidjaz Gaffar saat dikonfirmasi TribunEnrekang.com, Kamis (20/8/2020).

Menurutnya, pihaknya tetapkan target sesuai dengan fakta dan realistis apalagi karena adanya Covid-19 yang juga harus jadi pertimbangan.

"Sampai bulan Juli 2020 PAD dari Tambang Rp 413 juta dari target Rp 900 juta atau 45,97 persen," kata Hidjaz.

Ia menjelaskan, pungutan pajak dari sektor tambang sendiri memang belum terlalilu optimal selama ini.

Apalagi, pihaknya memang kekurangan personel karena seharusnya setiap unit titik tambang ditempatkan personel untuk lakukan pencatatan.

Tahun 2019 lalu juga pajak dari sektor tambang memang belum capai target. Realisasinya PAD hanya Rp 1,6 miliar dari target Rp 3 miliar dari yang dibebankan.

Meski begitu, pihaknya optimis tahun ini bisa capai target pendapatan dari sektor tambang.

Karena pihaknya akan optimalkan pungutan lewat material dari proyek yang jalan di Enrekang, apalagi saat ini sejumlah proyek baru mulai berjalan setelah Covid-19.

Termasuk dengan memaksimalkan pungutan pajak terhadap 30 perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Enrekang.

Jumlah itu terdiri dari 16 tambang yang legal atau berizin dan 14 tambang yang ilegal atau tidak berizin.

"Tiap tahun PAD dari sektor tambang selalu meningkat, dan kita optimis tahun ini bisa capai target meski pungutan selama ini belum maksimal," ujarnya.
(tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved