Pilwali Makassar 2020
Progres Coklit KPU Makassar Sudah 97,39 Persen
Terkait proses penyusunan data hasil coklit yang mulai pada 7-29 Agustus kata Endang itu sudah masuk penyusunan data pemilih
Penulis: Abdul Azis | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Makassar Endang Sari menyatakan target KPU tak meleset karena ini baru tanggal 10 dan KPU sudah diangka 79.39 persen.
"Batas akhir proses coklit kitakan sampai 13 Agustus. Progres kita cukup baik," tegas Endang dalam acara ngobrol politik e-Coklit dan Kualitas Pilwali Makassar, Senin (10/8/2020) malam.
"Terkait target 5 Agustus itu maksudnya kita mau rampungkan semua. Jadi target 5 Agustus sebagai pemicu dalam melakukan coklit," jelas Endang.
Terkait proses penyusunan data hasil coklit yang mulai pada 7-29 Agustus kata Endang itu sudah masuk penyusunan data pemilih hasil pemuktahiran data yang dilakukan oleh panitia pemungutan suara (PPS) itu juga sudah jalan.
"Jadi coklit juga beriringan dengan proses penyusunan data hasil coklit. Tahapan lain, sosialisasi juga tetap jalan," katanya.
Terkait kecamatan mana yang progres coklit-nya sudah 100 persen, lanjut Endang Kecamatan Bontoala dan Ujung Pandang sudah 100 persen. Kemudian rata-rata yang lain 90 persen ke atas. Jadi 97,39 persen ini itu secara keseluruhan.
"Artinya kami sisa tinggal menunggu 2 persen lebih dan kami sangat optimistis tidak melewati batas 13 Agustus. Sejauh ini untuk kecamatan yang terendah progresnya belum bisa kami tahu karena kami harus periksa satu-persatu lagi. Tapi secara keseluruhan itu semua sudah di atas 90 persen," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa indikator KPU Makassar berhasil adalah pemilu berkualitas dan partisipasi pemilih tinggi karena KPU secara kelembagaan harus melayani pemilih dan pertaruhannya itu hari terakhir.
"Seberapa besar masyarakat yang datang ke TPS yang menunjukkan bahwa mereka percaya terhadap proses yang dilakukan KPU," jelasnya.
"Kedua, tentu integritas penyelenggara karena ini menjadi syarat mutlak karena itu kami dalam merekrut memeriksa habis-habisan dengan ketat untuk mastikan kita bisa memberikan jaminan bahwa Pilkada akan berjalan sesuai aturan yang ada," kata Endang menambahkan.
Ketiga, kata Endang, bagaimana kompetisi berjalan baik, sehat, dan berjalan lancar.
"Kompetisi yang sehat adalah adu gagasan dan lagi-lagi kembali ke penyelenggara bagaimana bisa memberikan ruang seluas-luasnya, bukan saja kepada calon tapi semua elemen, makanya tagline kita adalah Pemilu peserta kita semua. Semua elemen terlibat dan bisa mengambil peran demi suksesnya pemilihan walikota," jelas Endang.
Diketahui, tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 telah memasuki tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih.
Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di 12 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak di Sulsel mulai melakukan pemutakhiran dan pendaftaran pemilih dari rumah ke rumah.
Oleh petugas ad hoc yang direkrut Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum lama ini, coklit mulai dilakukan pada Rabu 15 Juli-13 Agustus.
Sedangkan penyampaian daftar pemilih sementara (DPS) oleh KPU kabupaten/kota kepada panitia pemungutan suara (PPS) melalui panitia pemilihan kecamatan (PPK) dimulai pada 14-18 September.
Sementara masa pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah (cakada) dimulai pada 4-6 September mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/koordinator-divisi-sosialisasi-sdm-dan-partisipasi-masyarakat-kpu-makassar-endang-sari-2762020.jpg)