Tribun Mamuju

Cerita Warga Mamuju Tengah Berhasil Tangkap Buaya Sepanjang 4,3 Meter, Sempat Terkam IRT

Buaya tersebut ditangkap warga dengan cara dipancing setelah menerkam seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) hingga tewas.

Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
Cerita Warga Mamuju Tengah Berhasil Tangkap Buaya Sepanjang 4,3 Meter, Sempat Terkam IRT
Ist
Buaya yang menewaskan IRT di sungai Barakkang Mamuju Tengah diikat menggunakan tali tambang

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Seekor buaya berukurang 4.3 meter ditangkap warga di Sungai Barakkang, Desa Barakkang, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Buaya tersebut ditangkap warga dengan cara dipancing setelah menerkam seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) hingga tewas.

Bahkan korban bernama Haslamia (40) sempat hilang dan ditemukan dua hari kemudian.

Predator yang meresahkan warga tersebut berhasil ditaklutkan oleh enam orang warga setempat sekitar Pukul 12.00 Wita. Setelah ditangkap diikat dengan tali tambang lalu dibawa ke darat.

Enam warga yang melakukan penangkapan yakni Halwi (52), Burahima (47), Murgan (39), M Rudwan (53) dan Anul (38) dan Ibidin (40).

Halwi, yang menginisiasi penangkapan buaya tersebut mengatakan, buaya berhasil ditaklutkan tiga jam pasca memakan dua mata pancing sekaligus yang dipasang sejak magrib.

"Kami sempat kesulitan menangkap karena hanya mengandalkan pencahayaan senter. Tapi alhamdulillah kami berhasil menangkap buaya ini dengan alat seadanya karena sangat meresahkan warga,"kata Halwi kepada wartawan Tribun via telepon, Jumat (7/8/2020).

Dia menceritakan mulai pemasangan sejak tanggal 5 Agustus. Malamnya buaya sempat lepas karena posisi lokasi penangkapan berada di dekat Jalan Trans Sulawesi.

Sehinga banyak warga dari luar kampung lewat dan ikut menyaksikan.

"Banyak yang ikut menyalakan senter sehingga mengganggu. Buayanya timbul tengelam, kemudian kadang agresif dan merontah-rontah,"ujarnya.

Malam kedua pemancingan, suasana kondusif. Namun setelah berhasil ditangkap, warga kembali berdatangan menjadikan tontonan proses penangkapan.

"Kendala utama penangkapan sebenarnya kurangnya penerangan. Apalagi buayanya besar,"tuturnya.

Kepala Desa Barakkang ,Bahrun Ratte mengatakan, buaya tersebut diserahkan ke BPBD Mamuju Tengah dalam keadaan hidup.

"Kita tidak berani bunuh karena masyarakat tahu kalau itu (Buaya) Satwa di lindungi,"ujarnya.

Menurutnya, buaya tersebut sudah sangat meresahkan warga sehingga terpaksa ditangkap.

Sebab sungai Barakkang merupakan akses masyarakat untuk mencari nafkah.

"Sejak kejadian ini (warga dimakan buaya) sudah tidak ada lagi warga mau pergi ke sungai karena ketakutan,"ujarnya.

Dia mengungkapkan, di sungai tersebut memang sudah kerap terjadi buaya memangsa manusia.

Namun semenjak tahun 90 an warusan warga Barakkang kembali menangkap buaya karena meresahkan.(tribun-timur.com).

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved