Tribun Mamuju
Dua Pengeroyok Sekertaris DPD Golkar Majene Menyerahkan Diri ke Polisi
Pelaku inisial AD dan IC menyerahkan ke Polresta Mamuju setelah dua pekan pasca kejadian di lobi Grand Maleo Hotel Mamuju.
Penulis: Nurhadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Dua pelaku pengeroyokan Sekretaris Golkar Kabupaten Majene, Muhammad Irfan Syarif, akhirnya ditangkap, Rabu (5/8/2020).
Saat ini telah ditahan di Mapolresta Mamuju
Pelaku inisial AD dan IC menyerahkan ke Polresta Mamuju setelah dua pekan pasca kejadian di lobi Grand Maleo Hotel Mamuju.
Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Syamsuriansyah saat ditemui wartawan di ruangannya mengatakan, kedua pelaku adalah warga Mamuju Tengah.
"Keduanya menyerahkan diri setelah sempat buron selama hampir tiga pekan, keduanya inisial IC dan AD menyerahkan diri di kantor Polres Mamuju Tengah, subuh dini hari tadi,” kata Anca sapaan Kasat Reskrim Polresta Mamuju.
Anca mengatakan terhadap dua pelaku sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk dinaikkan statusnya menjadi tersangka.
Alat bukti itu kata dia, adalah cctv, baju yang digunakan saat kejadian dan hasil visum dan keterangan saksi.
“Polisi sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan langsung dilakukan penahanan,”jelas Anca.
Seperti diketahui, setelah Musda Partai Golkar, Sekertaris Golkar Majene Muh Irfan Syarif bersama sepupunya Jurnalis TVRI Rahmat Tahir dikeroyok belasan OTK di loby Hotel Grand Maleo Mamuju.(tribun-timur.com).