Breaking News:

Banjir Bandang Luwu Utara

Update Terkini Perkembangan Penanganan Banjir Bandang Luwu Utara Berdasarkan Rapat BPBD dan Relawan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara melakukan pertemuan dengan relawan penanganan banjir bandang.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
Ist
Material lumput dan kayu menutupi badan jalan pasca banjir bandang di Kelurahan Bone, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (16/7/2020). 

12. Pengungsi mulai mengalami kebosanan dikarenakan kurangnya aktivitas.

13. Perlunya pendampingan dari sisi religi tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga bagi pengungsi dewasa.

14. Adanya keluhan permintaan KK terhadap penyintas yang ingin mengambil logistik.

15. Perlunya perhatian terhadap penduduk Desa Baloli yang kehilangan mata pencaharian akibat banjir bandang.

16. Banyaknya sampah-sampah yang belum terangkut dapat menjadi potensi bencana baru/wabah penyakit.

17. Perlunya pemulihan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan melatih masyarakat keterampilan yang dapat menghasilkan uang.

18. Hasil bincang lepas dengan beberapa pengungsi, beberapa kebutuhan yang belum terpenuhi antara lain pakaian anak dan bantal.

19. Ketersediaan air bersih pada musholah di titik-titik pengungsian perlu diperhatikan, khususnya pada saat pelaksanaan shalat subuh.

20. Adanya pengungsi yang menempati SDIT Al-Khatabi dimana ketersediaan dan kenyamanan ruangan berkurang dikarenakan adanya relawan yang juga membutuhkan tempat.

21. Perlunya pengaktifan TPA di musholah-musholah sementara untuk menjaga pendidikan agama anak-anak di pengungsian.

Selain itu, tabligh akbar juga dapat dilakukan dengan mengkoordinasikan kepada relawan-relawan yang memiliki sumber daya tersebut.

22. Belum ada koordinasi terkait data, sehingga validitas data masih diragukan.

23. Perlunya publikasi program-program kerja pemerintah dalam penanganan banjir agar dapat ditindaklanjuti oleh relawan dan tidak terjadi tumpang tindih pekerjaan.

24. Perlunya motivasi bagi para relawan dari Pemda berupa piagam penghargaan dan foto bersama jajaran Pemda.

25. Belum ada statement pemerintah tentang penyebab banjir.

26. Klaster Kesehatan dan Klaster Pendidikan telah lebih dulu dibentuk.

27. PPNI menawarkan hypnoteraphy bagi para penyintas yang membutuhkan.

28. Perlunya pemetaan semua unsur relawan.

29. Sebaiknya pemerintah menyediakan pos laporan khusus bagi relawan dimana pelaporan disertai dengan dokumentasi dan titik koordinat.

30. Dibutuhkan tempat-tempat relaksasi bagi relawan.

31. Adanya kasus-kasus pemberian obat oleh non medis.

32. Adanya inisiasi minimarket bencana namun terkendala ketersediaan logistik.

33. Perlunya updating kebutuhan warga masyarakat.

34. Perlunya koordinator di masing-masing pengungsian.

35. Perlunya data 3W bagi para relawan.

36. Perlunya rekam medis sederhana di masing-masing tenda agar tidak terjadi kesalahan pemberian obat.

37. Penyaluran/pemberian susu formula harus melalui posko-posko kesehatan agar kelayakan pemberian dapat terkontrol.(*)

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved