Breaking News:

PSM Makassar

CEO PSM Ajak Pemilik Klub di Sulsel Serius Urus Sepak Bola

Munafri Arifuddin mengajak kepada pemilik klub yang ada di Sulsel, untuk serius dalam mengembangkan persepakbolan di Sulsel.

TRIBUN-TIMUR.COM
CEO PT PSM, Munafri Arifuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin mengajak kepada pemilik klub yang ada di Sulsel, untuk serius dalam mengembangkan persepakbolan di Sulsel.

Hal tersebut dikatakan Appi, sapaannya, sebab diketahui saat ini hanya PSM yang dikenal di kancah persepakbolaan nasional.

Berbeda dengan daerah lain, khisusnya di Pulau Jawa, setiap daerah hampir memiliki klub di semua kasta kompetisi, Liga 1, Liga 2, dan Liga 3.

"Saya berharap di Sulsel, bukan cuma PSM saja, minimal ada klub Liga 3 atau Liga 2, suapaya ada penjenjangan, jangan cuma PSM," kata Appi baru-baru ini.

Menurutnya, mengurus sepak bola memang sulit, sehingga dibutuhkan orang-orang yang punya passion di dunia kulit bundar.

Orang-orang tersebut bekerja sama, mulai dari jenjang paling bawah, sehingga dapat menciptakan kekuatan sepak bola yang hebat di Sulsel.

"Kita harus coba, memang susah di awal. Saya selalu bilang mengurus bola itu siapa yang bilang enak, tapi kita punya passion di situ, sebuah cita-cita untuk berprestasi," katanya.

"Kalau sendiri tak mungkin bisa kita lakukan, untuk itu mari bersama, nanti ada yangg urus Liga 3, Liga 2, dan Liga 1, bahkan hingga tingkat SSB, kita berbagi tugas," tambahnya.

Lanjut Appi, di Sulsel khususnya, talenta sepak bola sangat banyak, namun menjadi persoalan karena tak ada dukungan berupa infrastruktur memadai.

"Di Makassar, atau Sulsel hinga Sulbar, talenta sangat banyak, tapi persoalan infrastruktur kita sangat minim. Di Makassar ada berapa banyak sih tempat untuk membangun SSB. Sepak bola kan berawal dari SSB," tuturnya.

Ini jugalah, kata Appi, alasan PSM membawa akademinya ke Mamuju, Sulawesi Barat.

Sebab di sana, selain ada fasilitas, ada juga orang yang sangat mendukung yakni mantan pemain SPM Febrianto Wijaya.

"Mengapa akademi kami bawa ke Mamuju, karena di sana ada lapangan bisa dipakai, dan ada orang yang serius, Febrianto Wijaya," tegasnya.

"Alhamdulillah hasilnya tak mengecewakan, sudah ada talenta kita, tinggal dipoles, beberapa tahun ke depan sudah siap berprestasi di persepakbolaan Indonesia," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved