Tribun Wajo

Tanahnya Dipatok, Warga Keera dan Pitumpanua Unjuk Rasa di Kantor DPRD Wajo

Masyarakat Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo.

TRIBUN-TIMUR.COM/HARDIANSYAH ABDI
Masyarakat Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua geruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Kamis (30/7/2020). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Masyarakat Kecamatan Keera dan Kecamatan Pitumpanua menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (30/7/2020).

Massa yang berkisar 200-an itu berunjuk rasa, lantaran Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan memasang patok di area perkebunan mereka.

Ada empat lokasi yang dipasangi patok oleh Dinas Kehutanan, yakni Desa Awo, Desa Simpellu, Desa Lompobulo, dan Desa Abbanderange.

"Tanah itu telah digarap sejak 48 tahun lalu oleh keluarga kami dan ada sertifikatnya, kenapa langsung dipatok tanpa ada pemberitahuan dan sosialisasi, itu harga untuk tanah kami," kata masyarakat Desa Awo, Rusdi.

Senada dengan itu, masyarakat Kecamatan Keera lainnya, Heriyanto Ardi menyebutkan, perlu ada solusi dari pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan atas apa yang dilakukan di empat desa itu.

"Kita butuh solusi di sini, karena apa yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan itu mencederai masyarakat di sana dengan memasang patok," katanya.

Sebagaimana diketahui, masyarakat di empat desa tersebut merasa diambil haknya atas lahan yang selama ini digarap puluhan tahun.

Datang ke DPRD Wajo dengan membawa spanduk bertuliskan "Kembalikan tanah kami, pematokan harus dicabut,". Mereka menuntut ada penjelasan dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu anggota DPRD Wajo, Hairuddin yang menerima aspirasi masyarakat tersebut mengkonfrontir agar masyarakat mengadukan kelakuan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan ke kantor polisi.

"Kalaupun benar masyarakat memiliki sertifikat atas tanah tersebut, laporkan saja ke Polres dengan salih penyerobotan tanah," kata politisi muda Demokrat itu.(*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved