Breaking News:

Banjir Bandang Luwu Utara

Dengan 1000 Obor, Korban Banjir Bandang Masamba Takbiran Keliling di Posko Pengungsian

Pengungsi menyalakan obor dari bambu lalu berkeliling di lokasi pengungsian sambil melantunkan kalimat takbir.

TRIBUN TIMUR/IVAN ISMAR
Pengungsi banjir bandang Luwu Utara di Posko Meli, Kecamatan Baebunta, 

TRIBUNLUTIM.COM, BAEBUNTA - Pengungsi banjir bandang Luwu Utara di Posko Meli, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Sulsel, menggelar takbir keliling Iduladha 1441 H di lokasi pengungsian, Kamis (30/7/2020) malam.

Pengungsi menyalakan obor dari bambu lalu berkeliling di lokasi pengungsian sambil melantunkan kalimat takbir.

Dalam takbir keliling ini, ikut juga sejumlah relawan yang masih tinggal di lokasi pengungsian.

Relawan Sipakatuo Volunteering Indonesia (SIVONESIA), Misran mengatakan takbiran dilaksanakan setelah salat Isya.

"Pengungsi takbir keliling di lokasi pengungsian dengan gerakan 1.000 obor," kata Misran akrab disapa Tedjo ini kepada TribunLutim.com.

Kalimat takbir, kata Misran, menggema di lokasi pengungsian yang lokasinya berada di atas bukit.

"Pengungsi akan salat Iduladha di lokasi pengungsian," imbuh Tedjo.

Tenda pengungsi berdiri di lahan peremajaan sawit atau replanting sawit. Ada sekitar 480 KK yang mengungsi di posko ini. Pengungsi dari Desa Radda dan Meli. 

Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Luwu Utara pada Senin (13/7/2020) malam.

Tepatnya di Desa Balebo, Kecamatan Masamba dan Desa Radda, Kecamatan Baebunta.

Awalnya, pengungsi menggunakan lilin dan pelita di dalam tenda. Sekarang sudah pakai genset.

Pasca banjir bandang, ratusan rumah tertimbun tanah, puluhan warga meninggal dan belasan hilang.

Jumlah KK yang terdampak 4.202 atau 15.944 jiwa. Meterial banjir bandang bercampur lumpur dan pasir.

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved