Breaking News:

Pilwali Makassar 2020

KPU Makassar Laporkan Progres Pencoklitan ke Pj Wali Kota

Hadir Komisioner KPU Makassar, Endang Sari. Ia mengatakan, sejauh ini telah menjalankan tahapan yang tertunda

Ist
Koordinator Divisi Sosialisasi, SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Makassar Endang Sari 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar mengikuti rapat koordinasi pelaksanaan tahapan lanjutan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar di ruangan Sipakatau Balaikota Makassar, Jl Ahmad Yani Makassar,Rabu (29/7/2020).

Hadir Komisioner KPU Makassar, Endang Sari. Ia mengatakan, sejauh ini telah menjalankan tahapan yang tertunda sejak 18 Juli 2020 dan saat ini tahapan yang sedang berjalan yaitu pencoklitan (pencocokan dan penilaian)

"Ada dua prosedur yang dilakukan PPDP dalam pencoklitan yaitu menggunakan lembaran manual dan aplikasi e-coklit," kata Endang.

Koordinator Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM pun melaporkan, progres pencocokan dan penelitian data pemilih yang dilakukan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) per Rabu (29/7/2020) sudah mencapai 54,82%

"Atau sudah berjumlah 574.581 A-KWK (data pemilih) yang sudah tercoklit, dari total 1.048.151 A-KWK," ujarnya.

Ia pun menegaskan, pada tahapan pencoklitan, KPU dan jajarannya telah melaksanakan pencoklitan sesuai dengan standar protokol kesehatan, dimana PPDP yang bertugas telah melalui rapid test yang dinyatakan non reaktif serta telah dilengkapi dengan APD yang lengkap.

"Sampai saat ini kita masih melakukan rapid test untuk penggantian terhadap PPDP yang reaktif Inilah menjadi kendala setiap bulan, KPU melakukan penggantian terhadap penyelenggara Tingkat PPS dan PPDP," ujarnya.

Sementara itu Komisioner Bawaslu Makassar, Sri Wahyuningsih melaporkan ke Pj Wali Kota Makassar, bahwa Bawaslu telah melakukan pengawasan sesuai dengan Protokol kesehatan hingga jajaran kelurahan.

Selain itu Bawaslu juga gencar melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif kepada seluruh lapisan Masyarakat, baik mahasiswa maupun ormas.

"Hingga saat ini Bawaslu telah dan masih  menangani beberapa temuan terkait Netralitas Aparatur Sipil Negara, untuk itu saya mengajak kepada seluruh rekan ASN se-Makassar untuk tetap Netral dan tidak ikut dalam politik praktis," katanya.

PJ Wali Kota Makassar Rudi Djamaluddin berharap pada pemilihan wali kota dan Wakil Wali kota Makassar dapat meningkat partisipasi masyarakat lebih tinggi dari pemilu tahun 2019  walau dalam keadaan covid-19.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved