Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Vaksin Corona

KABAR GEMBIRA! Bukan Amerika dan China, Rusia Negara Pertama Rilis Vaksin Covid-19 Agustus Ini, Cek!

Update Covid-19 - Bukan Amerika dan China, Rusia Negara Pertama Rilis Vaksin Covid-19 Agustus Ini, Cek info lengkapnya

Tayang:
Editor: Mansur AM
KOMPAS.COM
Ilustrasi Covid-19 

Beberapa vaksin global sedang dalam tahap uji coba ketiga, vaksin Rusia belum menyelesaikan fase kedua.

Pengembang berencana untuk menyelesaikan fase tersebut pada 3 Agustus, dan kemudian melakukan pengujian fase ketiga secara paralel melalui vaksinasi pekerja medis.

Ilmuwan Rusia mengatakan vaksin ini cepat dikembangkan karena merupakan versi modifikasi dari yang sudah dibuat untuk memerangi penyakit lain.

Itulah pendekatan yang diambil di banyak negara lain dan oleh perusahaan lain.

Moderna, vaksin yang didukung oleh pemerintah AS dan yang memulai pengujian fase 3 pada Senin (27/7), telah membangun vaksin Covid-19 pada vaksin yang telah dikembangkannya untuk MERS.

Sementara ini telah mempercepat proses pengembangan, regulator AS dan Eropa membutuhkan uji keamanan dan kemanjuran yang lengkap untuk vaksin.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan tentara Rusia bertugas sebagai sukarelawan terkait uji coba terhadap manusia.

Alexander Ginsburg, direktur proyek, mengatakan dia ikut menjadi sukarelawan uji coba vaksin itu.

Para pejabat Rusia mengatakan obat itu dipercepat persetujuannya karena pandemi global dan Rusia mengalami serangan parah.

Negara itu saat memiliki lebih dari 800.000 kasus Covid-19. "Ilmuwan kami fokus bukan pada menjadi yang pertama tetapi pada melindungi orang," kata Dmitriev.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan hingga kini belum ada vaksin MERS yang disetujui.

Kementerian Kesehatan Rusia mengatakan staf medis garis depan akan menjadi yang pertama divaksinasi setelah obat baru tersebut disetujui untuk penggunaan umum.

Uji coba vaksin skala besar di Inggris, Amerika Serikat, dan di tempat lain sedang berjalan cepat tetapi belum berkomitmen untuk tenggat waktu dimana produk mereka akan disetujui.

Hasil awal dari uji coba vaksin yang dikembangkan oleh University of Oxford dan AstraZeneca menjanjikan, namun Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan masih banyak jalan yang harus ditempuh.

Pada awal bulan ini, Rusia membantah tuduhan telah melakukan kegiatan mata-mata dan meretas laboratorium penelitian Amerika, Kanada, dan Inggris, terkait pengembangan vaksin.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved