Tribun Bulukumba

Divonis Bersalah, Terdakwa Korupsi Stadion Mini Bulukumba Rugikan Negara Lebih dari Rp 800 Juta

Sidang putusan kasus dugaan korupsi rehabilitasi Stadion Mini Bulukumba telah digelar

Istimewa
Legislator Demokrat Bulukumba, Andi Tenri Allang rumput liar yang tumbuh di Stadion Mini Bulukumba, Senin (1762019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Sidang putusan kasus dugaan korupsi rehabilitasi Stadion Mini Bulukumba telah digelar, Selasa (28/7/2020) kemarin.

Lima terdakwa divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Mereka terbukti merugikan negara sebesar Rp. 827.953.726, dari total anggaran renovasi sebesar Rp1,4 miliar, dari proyek yang dikerjakan tahun 2018 itu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba Andi Thirta Massaguni, Rabu (29/7/2020), menjelaskan, kelima terdakwa dijatuhi hukuman yang berbeda-beda.

Terdakwa Direktur PT Bilindo Andase Syarifuddin, divonis pidana penjara 1 tahun 5 bulan dengan denda Rp50 juta dan subsider 2 bulan kurungan.

Ia juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 60 juta. Jika tidak mampu membayar denda, maka diganti dua bulan kurungan.

"Aditya Maretinova (PPK) divonis pidana penjara 1 tahun 5 bulan dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan. Milwan alias Deri selaku pelaksanaan lapangan divonis pidana penjara 3 tahun denda Rp 50 juta subsider 2 bulan, dan uang pengganti Rp 437.953.726 subsider 5 bulan," kata Andi Thirta.

Sementara Perantara Proyek, Insan Keriningrat, divonis pidana penjara 3 tahun, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan, dan uang pengganti Rp 210.000.000 subsider 4 bulan.

Sedangkan Henri Lesmana divonis pidana penjara 3 tahun, denda Rp 50 juta subsider 2 bulan.

"Selain itu, ia juga dibebankan membayar uang pengganti Rp 105.000.000 dengan subsider 3 bulan," tambahnya.

Kasus ini awalnya terbongkar setelah DPRD Bulukumba melakukan reses.

Pasalnya, rumput stadion yang digadang-gadang memiliki kualitas setara dengan stadion utama Gelora Bung Karno (GBK) ini, dinilai tidak sesuai spesifikasi.

Kondisinya bahkan jauh berbeda, banyak rumput liar dan putri malu yang tumbuh subur di lapangan stadion.

Usut punya usut, ternyata rumput yang digunakan di markas Gasiba ini, hanya diambil dari Kelurahan Ballasaraja Kecamatan Bulukumpa dan Talle-Talle, Desa Bontomanai Kecamatan Rilau Ale. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved