Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Videonya Ngomel Belajar Daring Viral, Ratu Talisha Akhirnya Angkat Bicara Usai Banyak yang Mengecam

Videonya Ngomel Belajar Daring Viral, Ratu Talisha Akhirnya Angkat Bicara Usai Banyak yang Mengecam

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
Instagram
Viral Emak-emak Curhat Pusing Dampingi Anaknya Belajar Online di Rumah 

TRIBUN-TIMUR.COM - Video seorang emak-emak di Kota Medan bernama Ratu Talisha viral di media sosial.

Wanita berambut panjang ini menceritakan keluh kesahnya mengajari sang anak.

Karena pusing dampingi anaknya sekolah online dari rumah.

Setelah videonya viral, Ratu akhirnya memberikan klarifikasi video kedua yang diunggah lewat akun Facebook miliknya Ratu Talisha.

"Hai para detergen-detergen yang maha benar, maha suci, maha iyes, maha oke. Dengarkan ya ini klarifikasi dari video tentang daring tadi. Kalau kau bilang aku orang tua yang enggak pernah mendampingi anaknya.

Makanya giliran kayak gini kekepoan, kehebohan, kewalahan, kau datangi Pangeran Antasari di Kota Medan ya," kata Ratu menantang netizen.

"Tanya mana yang Siti Khalijah, orang tuanya kayak mana yang bernama Ratu Entok. Anak saya dari TK sampai SD bahkan terakhir semalam semester genap ranking satu dan dia dapat beasiswa.

Dia tidak ada les dan saya tangani sendiri. Sudah, dia paling disiplin bisa cek sama wali kelasnya yang bernama ibu Elita.

Tanya bagaimana saya eee.. sebagai orang tua mengajari anak saya dalam segala hal sampai semua guru-guru salut," sambungnya.

Ratu menerangkan bahwa dirinya wanita karbetan tapi bisa mengajari anak hingga mendapatkan ranking dan memiliki otak yang pintar dan cerdas.

Bahkan cara membaca sudah seperti air mengalir yang meluncur dari langit ke tujuh. Dia juga mengaku anaknya cerdas, IQ bagus karena dirinya smart.

Karena sebenarnya yang dipermasalahkan Ratu adalah sistem daringnya. Karena kalau hanya mengasih tugas seperti hari-hari biasanya dia tidak heboh.

Karena anaknya tidak memegang handphone dan penggunaan handphone tidak terbagi dua.

Kedua mata anak tidak sakit, ketiga tidak habis beli kuota dan keempat yang paling buat fatal adalah di mana dibuka, kenapa sekolah tidak dibuka.

"Kalau katanya takut nanti siswa ada apa-apa siswanya metong (mati) dan guru di salahkan, ya sudah sepala tutup aja tidak usah ada perbandingan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved