Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Maros

Dari 378 Kasus Covid-19 di Maros, 49 Diantaranya Masih Anak-anak

Dari 378 pasien, 49 diantaranya masih dalam kategori usia anak. Sehingga 14 persen kasus Covid-19 di Maros sudah menjangkiti anak-anak.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Sudirman
Ist
Kepala Dinas PPPA Maros, Muhammad Idrus, saat memperlihatkan data kekerasan anak di Maros, Sabtu (9/52020) 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Sebanyak 378 kasus pasien positif di Kabupaten Maros.

Dari 378 pasien, 49 diantaranya masih dalam kategori usia anak. Sehingga 14 persen kasus Covid-19 di Maros sudah menjangkit anak-anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Maros, Muhammad Idrus mengatakan, angka infeksi Covid-19 untuk kategori anak di wilayahnya memang sangat tinggi.

“Jelas itu sudah sangat tinggi. Bagi kami, lima persen saja itu sudah sangat mengkhawatirkan. Makanya kami berharap harus ada upaya khusus untuk menekan angka penyebaran Covid-19, khusus untuk kelompok usia anak ini,” ujarnya, Sabtu (25/7/2020).

Angka tertinggi positif Covid-19 usia anak di Maros berada di wilayah Kecamatan Mandai.

Rata-rata anak diketahui tertular melalui orang tua atau anggota keluarga lainnya, yang terpapar virus corona lebih dahulu.

"Mereka terpapar dari orang dewasa yang serumah dengan mereka. Karena selama pandemi covid-19 ini, mereka dibiarkan belajar dari rumah dan mereka semua lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah," ujarnya.

Meski angkanya sangat tinggi, Dinas PPPA Maros mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Selain mengimbau warga untuk terus waspada terhadap penyebaran Covid-19 yang kian meningkat di Maros ini.

Ia juga berharap agar tim medis terus melakukan edukasi ke warga untuk lebih memperhatikan nasib anak.

"Yang paling utama, kita harap semua pihak terus mengedukasi masyarakat, kalau sudah ada gejala begitu, janganlah dulu dekat dengan anak. Kalau perlu anak harus dipisahkan dari lingkungannya dulu," katanya

Menurut Idrus, semua pihak harus duduk kembali untuk mendiskusikan bagaimana menekan tingginya angka penularan COVID-19 ini kepada anak.

Baginya, kebijakan Menteri Pendidikan yang tidak memperbolehkan adanya tatap muka bagi anak sekolah sudah sangat tepat.

"Ini memang harus didiskusikan secara bersama karena persoalan ini memang penanganannya spesifik. Okelah, saat ini sekolah tidak dibuka, menurut saya itu sudah sangat tepat untuk melindungi anak dari bahaya virus corona," tuturnya

Dalam hal pemberian bantuan bagi pasien positif covid-19, Idrus juga meminta ke pihak Dinas Kesehatan agar memberikan perhatian khusus bagi anak.

"Semisal kebutuhan permainan ataupun hal yang lebih spesifik lainnya pada anak yang terpapar itu," tutupnya

Laporan Tribunmaros.com,M Ikhsan

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved